BIMBINGAN TEKNIS PENERAPAN KESEJAHTERAAN HEWAN PADA BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG (Medan, 23-26 Agustus 2017)

Category: Beranda
Created on Thursday, 31 August 2017 15:03
Hits: 1683

“Kesejahteraan Hewan Untuk Kesejahteraan Manusia”sebuah slogan yang mencerminkan pentingnya penerapan kesejahteraan hewan baik pada hewan ternak maupun non ternak. Kesejahteraan hewan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18/2009 didefinisikan sebagai segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. Pelaksanaan fungsi kesejahteraan hewan di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi tanggung jawab Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner c.q subdit kesejahteraan hewan berdasarkan mandat peraturan menteri pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2015 tanggal 3 Agustus 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Pemerintah juga ikut mendukung Universal Declaration of Animal Welfare (UDAW) yang didukung oleh Word Society for the Protection Animal (WSPA) pada tahun 2010. Disisi lain penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan tersebut mulai ikut dipertimbangan dalam perdagangan internasional. Untuk mendukung program pemerintah tentang upaya khusus peningkatan populasi sapi (UPSUS SIWAB) khususnya bagi kelompok ternak yang menerima bantuan sapi indukan perlu diberikan pembekalan tentang pentingnya penerapan kesrawan melalui bimbingan teknis penerapan kesejahteraan hewan pada budidaya ternak sapi potong.

medan 1

Gambar 1. Kegiatan penyampaian materi dan diskusi interaktif 

Kegiatan ini di laksanakan di tiga propinsi yang merupakan daerah penerima bantuan sapi indukan Brahmancross yaitu Aceh, Riau, dan Medan. Bimbingan teknis kesrawan pertama dilaksanakan di Medan  pada tanggal 23-26 Agustus 2017 yang dihadiri perwakilan dari Dinas kabupaten/kota dan kelompok ternak. Metode penyampaian yaitu dengan pemaparan materi, diskusi interaktif, dan terapan dengan melakukan kunjungan lapangan. Point-point materi yang disampaikan yaitu kontribusi kesrawan dalam peternakan, muatan materi kebijakan, optimalisasi kebutuhan pakan dan minum untuk meningkatkan produktifitas ternak, stress dan stressor pada ternak, pendekatan perilaku alami ternak, aspek perkandangan, dan penyediaan pakan/hijauan yang baik. Dengan upaya ini diharapkan dapat memberikan pembekalan dan wawasan yang cukup bagi kelompok-kelompok ternak dalam menerapkan kesejahteraan hewan di lapangan ke depan.

bimtek  kesrawan medan2017

Gambar 2. Kegiatan studi visit di kelompok ternak

Baik disadari ataupun tidak secara umum peserta sebenarnya sudah menerapkan kesejahteraan hewan. Beberapa kelompok ternak sudah mendapatkan pengetahuan tentang cara berternak secara sederhana dari nenek moyangnya. Namun demikian, masih terdapat kekurangan khususnya dalam  hal penerapan kesejahteraan hewan mengingat keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peternak dan sarana/prasarana yang tersedia, sebagai contoh dalam penerapan manajemen kandang, handling, manajemen stress, tatacara pemberian pakan, dll. Dengan diberikan pendekatan pengalaman dan pembekalan materi yang cukup peternak diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan memanfaatkan  potensi/sumberdaya yang ada untuk mendukung peternakan berbasis peternakan rakyat. Demikian semoga bermanfaat(Red-17).  

работа в одессе