PELAKSANAAN KEGIATAN PEMANTAUAN PEMOTONGAN HEWAN KURBAN 1438H

Category: Beranda
Created on Tuesday, 05 September 2017 07:55
Hits: 1816

Dalam upaya penjaminan keamanan daging hasil pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1438H diperlukan pengawasan teknis yang lebih intensif terkait kesehatan hewan dan tatacara penyembelihannya. Penyembelihan hewan kurban yang dilakukan mengikuti syariat Islam dan memenuhi standar teknis yang baik dapat menghasilkan daging kurban yang memenuhi kriteria ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).  Untuk dapat  memenuhi kriteria ASUH, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan membentuk Tim Pemantau Hewan Kurban dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 7829/KPTS/OT.050/F/08/2017 tentang TIM pemantau hewan Kurban di wilayah Jabodetabek. Tugas TIM pemantau hewan kurban tersebut adalah melaksanakan koordinasi dengan dinas, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan teknis kesehatan masyarakat veteriner, melaporkan hasil pelaksanaan pemantauan, dan mendokumentasikan pelaksanaan pemantauan hewan kurban. Kegiatan ini juga diikuti oleh Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan baik di propinsi, kabupaten/kota di daerah lain sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

Kurban 1438H 1

 

Gambar. 1 Sosialisasi pemotongan hewan kurban di Masjid Istiqlal bersama I-News TV

Hasil pelaksanaan kegiatan pemantauan hewan kurban di wilayah Jabotabek yaitu bahwa Tim yang ditugaskan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai Tim supervisi sekaligus ikut membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan baik pemeriksaan antemortem maupun postmortem. Disamping itu Tim juga melakukan sosialisasi tentang tatacara penyembelihan hewan kurban di beberapa wilayah pada beberapa hari sebelumnya seperti media di Talk Show singkat live di I-News TV, Road Show 7 Pulau bersama Dinas KPKP di Kepulauan Seribu, Public  Awarness wilayah DKI (sekaligus launching fasilitasi model tempat pemotongan hewan kurban), dan lain-lain. 

Secara umum pelaksanaan pemantauan hewan kurban tahun ini berjalan dengan lancar baik dilihat dari persiapan maupun pembekalan petugasnya walaupun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan secara bertahap. Petugas pemantauan pemotongan hewan kurban ini dilaksanakan secara terintegrasi oleh petugas dari Pusat, Dinas Propinsi, kab/kota, perguruan tinggi (mahasiswa), Kementerian Agama, TNI, POLRI, dan elemen terkait lainnya. Kenyataan riil di beberapa lokasi di lapangan masih banyak hewan yang akan disembelih tidak disertai dengan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) walaupun mungkin sudah diperiksa oleh petugas. Disamping SKKH yang menyertai saat pengiriman/penjualan oleh pedagang, ternak perlu diberikan tanda khusus sehingga mampu telusur. Oleh karena itu disini penting dilakukannya pemeriksaan antemortem (pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih dalam jangka waktu 24jam). Beberapa penyakit yang sering muncul pada ternak seperti pink eye, fasciolasis (cacing hati), bungkul paru-paru dapat di tangani dengan baik sesuai dengan ketentuan. Biasanya organ yang terkena diafkir/dibuang untuk tidak dikonsumsi.

Kurban 1438H  2

 

Gambar 2. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dan pemeriksaan post mortem

Cara pengemasan daging hasil pemotongan harus baik, menggunakan plastik yang aman untuk makanan meskipun dibeberapa daerah masih ada yang menggunakan plastik hitam, ditegur dan sarankan oleh petugas untuk tidak digunakan. Adanya berita kejadian luar biasa (mual dan muntah secara masal) di Sukabumi yang diduga setelah memakan daging kurban membuat turut prihatin berbagai pihak dan perlu di lakukan investigasi lebih lanjut apa penyebabnya. Oleh karena itu pemantauan pemotongan hewan kurban oleh Tim di tahun mendatang lebih ditingkatkan baik terkait kegiatan public awareness-nya maupun tatacara teknis pemotongan hewan kurban yang baik kepada seluruh masyarakat yang terlibat. Demikian Semoga bermanfaat (red’17). 

работа в одессе