PERTEMUAN EVALUASI UPSUS SIWAB PROVINSI JAWA TENGAH

Category: Beranda
Created on Thursday, 05 October 2017 09:13
Hits: 1237

Dalam rangka mengakselerasi pencapaian target peningkatan populasi ternak, Menteri Pertanian RI melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang telah dicanangkan dalam bentuk UPSUS SIWAB, yaitu program percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka pemenuhan daging sapi dan kerbau di dalam negeri yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta jajarannya.

Jateng 1

UPSUS SIWAB merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara masif dan serentak, melalui pendekatan sistem manajemen reproduksi.  Melalui UPSUS SIWAB, pada akhir tahun 2017 ditargetkan 4 (empat) juta ekor Sapi dan Kerbau menjadi akseptor yang akan dilakukan Inseminasi Buatan (IB)/kawin suntik, dimana 3 juta ekor diantaranya ditargetkan bunting. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh status kesehatan reproduksi ternak dan terjaganya populasi ternak betina yang masih produktif di seluruh Indonesia terutama daerah sentra-sentra ternak. Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu target kegiatan yang berpotensi dalam mendukung program tersebut dimana target realisasi kegiatan Inseminasi Buatan (IB) paling tinggi secara nasional sedangkan target kebuntingan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu perlu diadakan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4-5 Oktober 2017 di Surakarta-Jawa Tengah.  

Pertemuan ini dibuka oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kab/Kota yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dilingkup Provinsi Jawa Tengah. Sementara dari pusat dihadiri perwakilan dari Direktorat Kesmavet, Direktorat Pakan, Direktorat PPHNak, Direktorat Bibit dan Produksi, BVet Subang, BET Cipelang, BBvet Wates, Seknas Upsus SIWAB dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan pengambil kebijakan dan gambaran daerah-daerah yang berhasil melaksankaan kegiatan sehingga dapat dicontoh oleh wilayah yang lain.

Jateng 2

 

Berbagai permasalahan muncul dilapangan dan perlu di ambil langkah yang tepat diantaranya masih rendahnya angka kebuntingan yang disebabkan karena keterbatasan SDM dan waktu  petugas untuk melakukan Inseminasi buatan(IB)/Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB)/Asisten Teknik Reproduksi (ATR) dan keterbatasan alokasi dana yang tersedia dalam melaksanakan PKB (Kabupaten Wonosobo). Langkah-langkah yang perlu diambil yaitu perlunya Tim terpadu antara pusat/daerah, mengumpulkan ternak dalam satu lokasi, membuat jadwal lapangan, dan penyiapan anggaran. Permasalahan lain yang muncul terkait administrasi pelaporan kegiatan, keterbatasan ketersediaan N2, dan kemampuan SDM.Sulosi yangperlu dipertimbangkan pendanaan terkait pelaporan kelahiran, menginventarisir kebutuhan N2 cair, perbaikan sistem ISIKHNAS, reffresing petugas IB, PKB dan ATR. Dengan diaadakannya pertemuan ini diharapkan dapat memberikan pemecahan dalam memperlancar pelaksanaan kegiatan UPSUS SIWAB. Semoga bermanfaat (Red’17).

работа в одессе