MARI KITA WUJUDKAN INDONESIA BEBAS RABIES!!

Category: Beranda
Created on Monday, 09 October 2017 17:00
Hits: 784

Louis Pasteur seorang ahli mikrobiologi dan kima yang berasal dari Perancis mengembangkan vaksin rabies (pertama kali) hingga di akhir usianya pada tanggal 28 September 1895. Karena jasa-jasanya tersebut tanggal 28 September dijadikan sebagai hari bersejarah bebas rabies. Sebenarnya hari rabies sedunia ini dirayakan dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit rabies yang dapat berpotensi sebagai penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya).

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus rabies, genus Lyssavirus, di dalam keluarga Rhabdoviridae. Anjing peliharaan adalah reservoir virus yang paling umum, dengan lebih dari 95% kematian manusia disebabkan oleh gigitan anjing, disamping hewan liar lain yang dapat berpotensi menularkan rabies seperti kucing, kelelawar, kera, dll. Virus dengan mudah ditransmisikan melalui air liur hewan yang menderita rabies ke dalam luka (misalnya gigitan hewan). Bersama sirkulasi peredaran darah virus yang telah masuk ke dalam tubuh tersebut mencapai targetnya yaitu otak manusia dan bereplikasi lebih lanjut hingga menimbulkan gejala klinis seperti encephalitis dan paralisa, hingga melanjut yang berkhibat fatal.

Rabies Sukabumi 1

Dalam memperingari hari bebas rabies Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang merupakan salah satu upaya mewujudkan Indonesia bebas rabies. Kegiatan utamanya yaitu : seminar nasional yang bertemakan rabies  yang dilaksanakan di BPMSPH-Bogor tanggal 6 Oktober 2017.  Puncak rangkaian acara selanjutnya dilaksanakan di Sukabumi pada tanggal 7-8 Oktober 2017, Dengan kegiatan berupa Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pelajar SD /SMP, pramuka, kader PKK/Posyandu; vaksinasi masal rabies, vaksinasi petugas teknis/lapang, bantuan vaksinasi rabies, kemah bakti veteriner serta lomba menggambar dan mewarnai tingkat pelajar.

Rabies Sukabumi 2

 

Seluruh pemangku kepentingan terlibat dan saling mendukung dalam upaya mengendalikan rabies seperti FAO, OIE, WHO, GARC, dll. Berbagai strategi dilakukan dalam upaya mengendalilan rabies yaitu vaksinasi, pembatasan populasi/eliminasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Setiap perkembangan kegiatan yang telah dilakukan harus di data dengan baik dan terus dilakukan monitoring dan evaluasi. Sehingga efektifitas dan optimalisi seluruh sumber daya yang terlibat dalam upaya mencengah rabies dapat tercapai(red’17). 

работа в одессе