MANFAAT KAPAL TERNAK DAN ASPEK KESEJAHTERAAN HEWANNYA

Category: Beranda
Created on Wednesday, 25 April 2018 10:53
Hits: 1512

Pendahuluan

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas daratan dan lautan menuntut sarana transportasi laut, udara, dan darat yang baik untuk mengangkut penumpang, benda hidup, dan barang. Sebagai moda transportasi yang cocok untuk memindahkan hewan/ternak antar pulau pilihan alternatifnya adalah menggunakan kapal atau pesawat. Namun bila menggunakan pesawat biaya sangat mahal dan kurang efisien. Bisa juga menggunakan kendaraan angkut truk apabila tersedia sarana jembatan penyeberangan antar pulau. Namun, selama ini transportasi ternak antar pulau biasanya menggunakan jasa kapal barang dimana aspek kesejahteraan hewan seringkali diabaikan. Kesejahteraan hewan saat ini menjadi sorotan publik bahkan dunia internasional khususnya dalam pengangkutan ternak. Sebagai contohnya dalam berita di Australia Plus ABC menyebutkan 2400 ekor domba mati terjadi saat pengiriman dari Fremantle, Australia Barat menuju ke Timur Tengah dari jumlah total pengiriman sebanyak 64.000 ekor pada bulan Agustus tahun tahun lalu. Hal ini diakibatkan karena domba-domba mengalami stress panas saat pengangkutan dan kelembaban yang ekstrem (detikNews, 5 April 2018). Di Indonesia sendiri cara memperlakukan ternak saat transportasi yang sesuai dengan kaidah kesrawan mulai dari proses pengangkutan naik ke atas kapal, selama perjalanan, dan hingga diturunkan masih banyak kekurangan. Hal ini yang membuat prihatin banyak pihak untuk meningkatkan penerapan kesejahteraan hewan dan sebagai dasar pemerintah untuk menemukan terobosan baru dalam sistem pengangkutan ternak. Disisi lain dinilai secara ekonomi tarif jasa angkut ternak yang mahal menjadikan beban tersendiri akan harga jual ternak yang meningkat di daerah penerima yang berpengaruh pada harga daging pada tingkat konsumen.

Kapal Ternak 1

Kapal Ternak KM Camara Nusantara 1

Sumber Ilustrasi ; Maritim News.com

Jalur Tol Laut yang di canangkan presiden beberapa tahun lalu merupakan salah satu alternative untuk mengatasi hal ini. Khusus kapal untuk pengangkutan ternak telah dipersiapkan sebuah kapal KM Camar Nusantara 1 yang dioperasikan oleh PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni).KM Camara Nusantara 1 memiliki panjang 68 meter dan lebar 14 meter yang dapat memuat sapi sejumlah 500 ekor. KM Camara Nusantara I dibangun sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan di Galangan Bangkalan, Madura. Setelah berjalan satu tahun pelayaran, hasil evaluasi pelayaran kapal ternak Camara Nusantara I menunjukan bahwa penyusutan bobot berat hidup ternak selama perjalanan rata-rata hanya mencapai 7-12% sedangkan jika dibandingkan dengan penyusutan bobot dengan menggunkan kapal kargo mencapai lebih dari 15-22%. Hal ini disebabkan karena KM Camara Nusantara I memiliki waktu tempuh 5 hari relatif lebih cepat, kondisi kapal, dan tatalaksana memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan internasional. Dalam satu tahun kapal tersebut mampu mengangkut sekitar 11.731 ekor sapi (tahun 2016) dan 12.000 ekor sapi (tahun 2017) dengan rute yang telah ditetapkan. Tahun 2018 ini pemerintah akan menambah jumlah 5 kapal ternak (2 NTT, 2 NTB, dan 1Bali) dengan segala persiapan dan rute yang dilaluinya.

Kapal Ternak 2 copy

Sapi terpeleset saat menuruni kapal biasa terjadi dengan kapal konvensional tanpa fasilitas unloading

Sumber Ilustrasi : By Jonas Cullwick, http://dailypost.vu/news

Kapal Ternak 3

Penurunan sapi dari kapal yang memperhatikan aspek kesejahteraan hewan

Sumber ilustrasi ; Economy.okezone.com

Beberapa aspek penting yang menyangkut kesejahteraan hewan dalam proses pengangkutan ternak menggunakan kapal meliputi : desain kapal, kompetensi sumber daya manusia, cara pemuatan ternak (loading), penanganan ternak saat perjalanan, cara menurunkan ternak (unloading), dan kemungkinan tindakan emergensi bila terjadi sewaktu-waktu. Disisi lain diperlukan juga persiapan keberangkatan perjalanan kapal ternak meliputi; persiapan hewan, jenis kapal yang digunakan, route, estimasi lama perjalanan, persediaan pakan selama perjalanan, pencampuran hewan, tenaga medis, obat-obatan, prosedur emergency, dll. Petugas yang menangani hewan memiliki kompetensi yang baik dibidangnya minimal memahami perilaku dasar hewan dan dapat memperlakukan hewan dengan baik sehingga dapat meminimalisir kejadian stress. Pembagian tugas dan kewenangan dalam hal penanganan ternak selama proses pengangkutan ternak melalui jalur laut melibatkan pemilik hewan, eksportir, pelaku bisnis, tuan kapal, pengelola fasilitas kapal, pengelola fasilitas bongkar/muat, petugas penanganan hewan, otoritas veteriner di daerah asal dan tujuan.Kapal ternak harus dirancang dengan penerangan yang cukup sehingga ternak mudah diamati serta mudah dalam menjaga kebersihan dan disinfeksi. Kepadatan ternak disesuaikan dengan jenis ternak, kebutuhan ternak, dapat memberikan suasana ternak yang nyaman untuk berdiri, berbaring, tidak berdesak-desakan, dan kepala tidak bersentuhan dengan deg atas kapal.

Kapal Ternak 4

Kondisi ruang kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1

Sumber Ilustrasi ; Tribunnews.com

Selain desain kapal yang baik untuk pengangkutan ternak ketersediaan pakan selama proses perjalanan juga harus diperhatikan, dimana pakan ternak harus disimpan ditempat yang terlindung dengan baik dari bahaya tercemarnya air laut dan kemungkinan kebakaran. Proses penaikan dan penurunan hewan menjadi salah satu faktor dalam mengimplementasikan kesejahteraan hewan dengan baik. Tersedianya tempat untuk menaikkan dan menurunkan hewan dengan aman penting dipersiapkan sehingga hewan tidak tergelincir atau terjatuh yang dapat berakibat mencederai/melukai hewan dan stres. Proses penggiringan dan penanganan ternak dilakukan dengan hati-hati tanpa menimbulkan stress pada ternak. Penggunaan alat-alat penggiring ternak yang memperhatikan kesejahteran hewan dilakukan dengan sebaik mungkin. Memukul sapi dengan cambuk/tongkat tidak diperbolehkan karena dapat melukai ternak dimana melanggar kaidah kesejahteraan hewan ,serta penggunaan alat kejut (elektric shock) sebaiknya di hindari. Penggiringan ternak yang baik dapat menggunakan tongkat berbendera yang dilakukan perlahan mengikuti ritme pergerakan sapi sehingga sapi akan terarah dengan mudah sesuai area pandangan sapi (flight zone) menuju tempat yang kita inginkan. Semoga bermanfaat(red’18).

***Ditulis oleh : Puguh Wahyudi (Medik Veteriner Muda pada Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner)

работа в одессе