Meningkatkan Kompetensi Pengawas Kesmavet Menjadi Lebih Profesional

Category: Beranda
Created on Wednesday, 15 August 2018 12:02
Hits: 426

Dalam rangka melindungi konsumen dalam negeri dan meningkatkan daya saing produk lokal untuk menembus pasar global perlu dilakukanpeningkatan pemeriksaan keamanan pangan, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penerapan persyaratan teknis kesehatan masyarakat veteriner.Peredaran produk asal hewan yang beredar di masyarakat juga harus terjamin kwalitasnya. Dalam proses penjaminan ini tak terlepas dari peran fungsi Pengawas Kesmavet yang  melakukan tugasnya dalam upaya pengamanan produk di titik-titik rawan dari hulu sampai hilir. Pengawasan dilakukan terhadap produk yang beredar di pasaran baik terhadap produk lokal maupun impor. Pengawasan juga dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (precautionary measures), risiko yang dapat diterima (acceptable risk) dan berbasis analisa risiko khususnya dalam pemasukan produk hewan asal luar negeri.

Wasmavet 2018 2

Oleh karena itu  untuk melaksanakan prinsip tersebut  diperlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan memiliki kompetensi yang baik serta sistem/mekanisme kerja yang memadai. Untuk ituDirektorat kesehatan masyarakat Veteriner menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagiPengawas Kesmavetdi daerah yang diselenggarkan atas kerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara-Bogor pada tanggal 7-10  Agustus di Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan, Cikole, Lembang. Kegiatan ini dikuti oleh 58 peserta Dokter Hewan yang berasal dari 19 provinsi yang merupakan target sertifikasi NKV (DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DIY, Jawa Tengah,  Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara,  Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan,Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Bali, Papua) dan Unit Pelaksana Teknis lingkup Kementerian Pertanian yaitu : BPKPH Cinagara, Balai Veteriner Subang dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH).

Wasmavet 2018 1

 

Kegiatan Bimbingan teknis ini dilaksanakan dengan metode pemaparan materi dan diskusi serta kunjungan lapangan. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi : materi kebijakan dan teori yang disampaikan oleh pakar.Dalam melakukan praktek kunjungan lapangpeserta dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu unit usaha penjualan, pengolahan produk hewan, tempat budidaya unggas petelur dan produksi telur konsumsi, Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U), Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), unit usaha produk hewan non pangan, unit budidaya hewan perah, unit pengolahan susu dan gudang berpendingin (Cold Storage).

Wasmavet 2018

 

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Kesmavet ini dilakukan agar peserta mampu memahami bersama kebijakan-kebijakan teknis terbaru yang telah ada dan saling berbagi informasi terkait masalah teknis terbaru yang pada saatnya peserta diharapkan mampu mengatasi/mengantisipasi isu-isu terbaru di lapngan khususnya dalam pengaruh perdagangan bebas.Disamping itu  diperlukan  masukan-masukan dari daerah terkait kendala-kendala teknis yang dihadapi dalam melaksankan pegawasan kesmavet.Setelah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Kesmavet ini peserta diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik di lapangan dan dapat terjaminnya keamanan produk hewan yang beredar di masyarakat (Red’18).

работа в одессе