Penerapan Kesejahteraan Hewan Pada Kuda

Category: Beranda
Created on Friday, 04 January 2019 11:05
Hits: 7702

Oleh : Subdit Kesejahteraan Hewan - Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner

Kuda telah dimanfaatkan manusia sebagai salah satu hewan kesayangan, hewan pekerja, dan ternak pedaging. Dalam dunia olahraga kuda juga mendapatkan porsinya dalam cabang olahraga ketangkasan berkuda (equestrian) dan pacuan kuda yang dipertandingkan secara nasional/internasional, misalnya PON, Olimpiade, Asian Games, dan Sea Games. Selain itu kuda juga digunakan dalam kontes-kontes serta panahan dengan menaiki kuda. Berbagai asosiasi maupun organisasi yang menyangkut segala hal tentang kuda telah berkembang di seluruh dunia.

Kuda 1

Ilustrasi olahraga ketangkasan berkuda /equestrian (Sumber: Hidayatullah A.,2017)

         Pada tahun 2018 lalu Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Asian Games ke XVIII telah diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018 di dua kota besar yaitu Jakarta dan Palembang. Segala persiapan sedang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan acara tersebut meliputi sarana-prasarana dan persyaratan teknis yang mendukung acara tersebut termasuk persyaratan Equine Disease Free Zone (EDFZ) sebagai syarat utama penyelenggaraan event olah raga berkuda. Berkaitan dengan persyaratan teknis tersebut penerapan kesejahteraan hewan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Kesejahteraanhewan didefinisikan sebagai segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. 

       Penerapan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan kuda olahraga, kuda kesayangan, sebagai kuda pekerja, dan ternak pedagingberlandaskan pada pemenuhan 5 prinsip kebebasan hewan (five freedom) :

1. Bebas dari rasa haus dan lapar(Freedom from hunger and thirst)

2. Bebas dari rasa tidak nyaman (Freedom from discomfort)

3. Bebas dari luka cedera, sakit, dan penyakit(Freedom from pain, injury and disease)

4. Bebas dari rasa takut dan tertekan(Freedom from fear and distress)

5. Bebas mengekspresikan perilaku alami(Freedom to express natural behaviour)

Beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam penerapan kesejahteraan hewan pada kuda terkait point-point five freedom tersebut antara lain:

Pemahaman Perilaku Kuda

        Sebelum menerapkan kesejahteraan hewan kita perlu mengetahui dan memahami perilaku alamiah hewan tersebut. Pemahaman perilaku kuda penting untuk mengetahui kondisi fisik dan mental kuda. Pemahaman karakteristik pada kuda yang penting diketahui minimal terkait dengan adanya indikasi ketidaknyamanan/rasa sakit, ketakutan/kecemasan, dan indikasi stress.

       Kuda secara alamiahnya merupakan hewan yang lebih nyaman dalam kelompok sehingga sedapat mungkin dipelihara bersama kuda lainnya agar dapat bersosialisasi. Namun pada kuda yang memiliki sifat agresif dapat dipelihara secara terpisah terutama jenis kuda jantan. Kuda membutuhkan exercise yang cukup secara rutin.Kuda yang merasa tidak nyaman ditandai dengan perubahan perilaku menekan kepala, menggertakkan gigi, menggeram, menjatuhkan pakan, menggelengkan kepala, menendang perut, dan lain-lain. Dari ketidaknyamanan tersebut dapat menyebabkan kuda menjadi merasa ketakutan menghindari manusia dan malas untuk bekerja bahkan berhenti ketika dipasang muatan terutama pada kuda pekerja. Pada saat inilah sering terjadi kesalah pahaman pemilik/perawat kuda hingga melakukan perbuatan kasar seperti memukul/mencambuk secara berlebihan dengan harapan kuda mau bekerja dan ternyata tetap tidak mau. Kuda yang malas bekerja mungkin juga disebabkan karena sedang sakit. Kuda yang berperilaku agresif bisa saja dapat saja berperilaku seperti ini. Kuda yang mengalami stress ditandai dengan berbagai macam tingkahlaku menggigit kandang, berjalan bolak-balik di kandang, dan defekasi.

Pemberian Pakan Dan Air

       Kuda harus memiliki akses air minum yang bersih setiap saat (ad libitum). Saat cuaca panas kebutuhan air dapat meningkat. Setelah exercise kuda perlu diberi tambahan air minum. Kuda dalam kondisi laktasi juga membutuhkan lebih banyak air. Oleh karena itu air minum perlu disediakan secara kontinue dan berlebih (ad-libitum). Kuda mendapatkan akses makan dan air minum yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh kuda. Kuda adalah pemakan rumput dengan jumlah kecil tetapi sering.Selain rumput kuda juga dapat diberi hay dan konsentrat. Namun pemberian konsentrat berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan laminitis (peradangan jaringan kuku). Pemberian pakan pada kuda harus cukup sesuai dengan kondisi alaminya dan pada waktu yang teratur serta dilakukan secara bertahap.

      Kuda pekerja sebaiknya disediakan akses pakan yang berimbang dengan kualitas yang cukup sesuai dengan kebutuhan fisiologisnya yang mendukung pekerjaannya. Pakan berkontribusi penting terhadap kondisi tubuh kuda yang terkait erat dengan penyakit, stress, ketidaknyamanan, dan perilaku abnormal kuda. Pemilik/perawat kuda sebaiknya membiarkan kuda merumput/beristirahat untuk makan dengan hijuan berserta yang baik untuk pencernaan. Hijauan yang dicacah bisa juga disediakan bila tidak memungkinkan merumput. Hijauan kering dapat disediakan bila hijauan tidak tersedia. Air juga sangat penting bagi kuda pekerja yang harus disediakan secara teratur dan cukup sesuai dengan kebutuhan fisiologis/pekerjaannya.

Perlindungan Dari Gangguan

       Kuda secara alami merupakan hewan liar yang hidup di dataran terbuka, setelah didomestikasi oleh manusia naluri alamiah (insting) kuda untuk menyelamatkan diri dari predator masih tetap ada. Kuda membutuhkan waktu tertentu untuk berada di padang penggembalaan.Mengurung kuda dalam kandang secara terus menerus akan menimbulkan rasa tertekan pada kuda. Kurangnya interaksi sosial dan ruang gerak akan menyebabkan stress dan distress pada kuda. Tidak semua kuda memerlukan kandang, tergantung dari jenis dan bangsa(breed) kuda. Pada beberapa jenis kuda yang berbulu tebal dengan pemeliharaan ekstensif tanpa dikandangkan sepanjang tahun dapat dilakukan. Namun, pada kuda tua maupun baru lahir kandang atau tempat berlindung sangat diperlukan.

        Kandang kuda harus dibuat senyaman mungkin bagi kuda, terbuat dari bahan yang kuat dan tidak berbahaya bagi kuda, memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup, lantai kandang tidak licin dan memiliki system drainase yang baik. Kandang kuda harus dapat memberikan perlindungan terhadap cuaca ekstrim, predator, dan luka sehingga kuda dapat beristirahat dengan nyaman.

Kuda 2

Illustrasi Kandang dengan ventilasi dan cahaya yang cukup

(Sumber : Cerulli P., 2017)

           Pada kuda pekerja, sebaiknya kuda tidak berada dalam kandang (indoor) dalam waktu yang lama karena akan menimbulkan stres pada kuda. Perawat hewan harus memahami kondisi kuda pekerja terhadap lingkungannya sehingga kuda tidak menderita stres panas dan stres dingin. Perawat harus terlatih mengatasi keadaan hipertermia ketika tidak tersedia bantuan dokter hewan. Pencegahan dapat dilakukan misalnya dengan cara menyediakan tempat berteduh, menyiapkan air minum, menghindari bekerja pada saat suhu tinggi. Indikator dari ketidakmampuan kuda untuk bekerja termasuk adanya stres panas, kelelahan, kondisi tubuh yang kurang fit dan kehilangan berat badan. Luka karena pemasangan harnes dan respon dari perilaku melawan, misalnya terhadap harnes atau peralatan.

Penanganan/Handling Kuda

           Penanganan/handling kuda harus dilakukan tanpa kekerasan dan tidak menimbulkan stress pada kuda yang dilakukan oleh orang terlatih dan kompeten. Perawat kuda harus mampu menangani kuda dengan baik menghilangkan praktik penanganan kuda yang tidak aman/manusiawi dan meningkatkan praktik manajemen penanganan kuda dengan baik. Hal terpenting terkait penanganan kuda yaitu terkait perawatan kaki/kuku, pengikatan, dan pemasangan harnessing yang tidak menimbulkan luka saat menarik beban. Peralatan yang dipergunakan misalnya tali terbuat dari bahan yang tidak menyebabkan sakit atau luka, dilarang menggunakan tongkat/cambuk yang dapat menyakiti.

Kuda 3

Kuda pekerja sedang menarik beban (Sumber : Hidayat W., 2010)

Pada kuda pekerja pertimbangan memperkerjakan kuda juga sangat penting terkait dengan beban yang diberikan. Kuda umumnya bekerja maksimal 6 jam perhari dan diberikan waktu istirahat minimal satu atau dua hari penuh dalam tujuh hari. Pertimbangan lain juga diberikan pada kuda yang dipekerjakan terutama saat cuaca panas dengan memberikan waktu istirahat dan ketersediaan air minum.

kuda 4 rez

Kuda pekerja sedang istirahat sebaiknya di tempat yang teduh

Penanganan kuda setelah tidak digunakan (sudah afkir/pensiun); kuda yang sudah tua tidak dimanfaatkan juga harus dirawat dengan baik hingga mati, artinya kuda juga harus diberikan kecukupan makan dan minum, perawatan gigi dan kaki, vaksinasi, perlindungan (penghangat), dll seperti layaknya kuda yang masih produktif.

Biosekuriti DanKesehatan Hewan

Salah satu prinsip kesejahteraan hewan yang harus diterapkan adalah bebas dari luka cedera, sakit, dan penyakit. Biosekuriti penting dalam mencegah dan menangani penyakit pada kuda. Pencegahan dan pengobatan segera dilakukan dengan cepat bila ditemukan luka, infeksi, infestasi, dan penyakit. Setiap kuda yang sakit harus dipisahkan dari kuda yang sehat. Jika kuda dipelihara dengan sitem padang penggembalaan, sistem rotasi harus diterapkan untuk menghindari infestasi parasit seperti caplak. Untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu kuda harus diberikan vaksinasi contohnya vaksinasi terhadap penyakit tetanus, herpes, dan equine influenza. Untuk menjaga kesehatannya kuda juga harus dijaga kebersihannya dan di lakukan perawatan khusus. Perawatan gigi dan kuku perlu dilakukan secara rutin pada kuda. Salah satu penyakit yang sering menyerang bagian teracak/kuku kuda yaitu adalah laminitis. Laminitis merupakan radang pada kuku kuda yang dapat disebabkan buruknya perawatan pada kuku kuda disamping dapat dipicu oleh faktor predisposisi yang lainnya seperti pakan.

Pada kuda pekerja, pemilik/perawat kuda pekerja harus memahami kudanya yang sedang menderita gejala penyakit, stress dan luka. Perawat/pemilik harus segera menanganinya jika perawat menduga ada penyakit dan tidak dapat mengatasinya harus mencari saran dari dokter hewan.

Mematikan Kuda Yang Sesuai Dengan Kaidah Kesejahteraan Hewan

Mematikan kuda dilakukan pada kuda-kuda yang pengalami penderitaan berkepanjangan misalnya sakit/cedera yang tak dapat disembuhkan, dan stress yang berkepanjangan (distress). Hal ini merupakan pilihan terakhir jika tidak ada solusi sehingga dapat dilakukan dengan cara suntik mati menggunakan obat bius atau menggunakan tembakan senjata dengan ukuran peluru yang pas dan SDM yang terlatih. Untuk kuda pekerja yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya tidak boleh diterlantarkan harus tetap dirawat dengan baik atau menentukan pilihan lain yang perlu dipertimbangkan. Pemotongan kuda juga dapat dilakukan dengan alasan tertentu, misalnya kuda komersial yang digunakan sebagai kuda potong untuk diambil dagingnya (Sumber : horse spot Irlandia).

Aturan Penerapan Kesejahteraan Hewan Kuda Pada Kompetisi(disarikan dari berbagai sumber)

Aturan penerapan kesejahteraan hewan kuda sangat spesifik, contohnya dalam olahraga kuda ketangkasan (equestrian) telah diatus dalam FEI (Federation Equestrian International)14th Edition 2018.

1.    Secara umum penerapan kesejahteraan hewan pada kuda meliputi manajemen pemeliharaan kuda, metode latihan, perawatan kaki/kuku/sepatu, transportasi, dan perlakuan saat transit. Dalam hal transportasi kuda yang di pindahkan dengan jarak di atas 65 km dan lebih dari 8 jam harus dilakukan oleh orang dengan kompetensi khusus. Ketentuan terkait penerapan kesejahteraan hewan secara umum berlaku untuk semua perjalanan hewan.Fasilitas kendaraan, loading dan unloading dan pananganan kuda harus dirancang untuk menghindari cidera. Pada saat kuda ditransportasikan dan saat event olahraga berkuda berlangsung, kuda harus mendapatkan pakan, air dan istirahat yang cukup.Kuda tidak boleh ditinggalkan sendiri kecuali jika berada di tempat penampungan / trailer, dan diketahui berperilaku jinak.Untuk alasan keamanan, kuda hanya boleh diikatkan ke sebuah trailer/horsebox dalam waktu yang tidak lama dan cepat dilepaskan (Sumber ; FEI dan British Horse Society). Prinsip penerapan kesejahteraan hewan selama hewan ditransportasikan terutama dalam perjalanan jauh bahwa kuda bebas dari rasa cedera, fasilitas angkut tidak terlalu padat, kuda tidak boleh kurang istirahat/kelelahan, kurang makan dan minum, dan kuda terhindar dari kemungkinan penyakit yang menyerang pada kuda (Horse sport Irlandia).

2.    Penerapan kesejahteraan hewan pada saat event berlangsung meliputi persiapan :

-   Area kompetisi; area kompetisi didesain aman untuk perlombaan kuda

-   Arena/lapangan; lapangan/tanah yang dipijak kuda dirawat yang memudahkan kuda berjalan dan tidak menimbulkan cedera

- Kondisi cuaca; pada saat kompetisi berlangsung menghindari lokasi yang memiliki cuaca ekstrem, yang mengancam kesejahteraan dan keamanan kuda. Persiapan harus dilakukan untuk menjaga kuda dalam kondisi yang stabil dan peralatan yang mendukung setelah kuda kompetisi

-   Kandang/stable; kandang aman, nyaman, sirkulasi udara lancar, bersih dan tidak terlalu padat. Pembersihan area dan ketersediaan air harus selalu dijaga.

3.    Menjaga kebugaraan kuda saat perlombaan meliputi :

-  Kuda harus mendapatkan masa istirahat yang cukup antara masa latihan dan saat bertanding, juga selama perjalanan/transportasi

-  Status kesehatan; menentukan kuda untuk boleh dipertandingkan/tidak sesuai anjuran dokter hewan penanggungjawab

-  Penggunaan obat-obatan dan doping saat pertandingan merupakan isu pelanggaran kesesejahteraan hewan. setelah kuda dilakukan pengobatan dipastikan hewan benar-benar

   pulih sebelum pertandingan

-   Tindakan operasi yang dilakukan pada kuda/atlitnya dalam kompetisi tidak diijnkan hingga benar-benar sembuh

-   Kuda bunting tidak boleh mengikuti kompetisi setelah bunting 4 bulan

-   Penyalahgunaan penggunaan cambuk/alat pacu tidak diperkenankan

-   Penunggang yang memakai taji (spurs) harus mengerti cara memakai, menerapkan dan menggunakan taji dengan benar. Disain spurs tidak boleh menyakiti kuda.

Kuda 5

Illustrasi salah satu disain spurs (sumber : Falkingham L., 2016)

Kesimpulan

        Dari uraian singkat penerapan kesejahteraan hewan kuda diatas dapat disimpulkan bahwa :Penerapan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan kuda mencakup untuk olahraga, kuda kesayangan, sebagai kuda pekerja, dan ternak pedaging harus dilandaskan pada pemenuhan 5 prinsip kebebasan hewan (five freedom).Penerapan kesrawan pada kuda melibatkan koordinasi yang baik terhadap pemilik/perawat kuda, peralatan yang dipergunakan, perilaku kuda, dan kondisi lingkungan yang mendukung. Aturan penerapan kesejahteraan hewan kuda yang tersedia saat ini sangat spesifik misalnya aturan yang ada saat ini tentang olahraga kuda ketangkasan (equestrian) telah diatur dalam FEI dan panduan penerapan kesejahteraan hewan pada kuda pekerja pada OIE (Terresterial Animal Health Code). Implementasi penerapan kesejahteraan hewan pada kuda membutuhkan kerjasama dan pemahaman yang mendalam dari seluruh komponen yang terlibat.

DAFTAR PUSTAKA

BHS, 2018.The British Horse Society Guidelines for the Welfare of Horses and Ponies at Events.Diunduh pada 21 Mei 2018. Tersedia pada : www.bhs.org.uk

Cerulli P., 2017. 15 Amazing Horse Barns You Could Probably Live In. http://www.wideopenpets.com/15-amazing-horse-barns-probably-live/

Defra. 2009. Code of Practice for the Welfare of Horses, Ponies, Donkeys and their Hybirds.https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/69389/pb13334-cop-horse-091204.pdf.

Falkingham L., 2016. Which are the best spurs for dressage?. Diunduh Pada 21 Mei 2018. Tersedia pada : http://www.horseandhound.co.uk/features/best-spurs-dressage-534763

FEI, 2013. Fei Code Of Conduct For The Welfare Of The Horse 2013, (diunduh pada 2018,20 April) tersedia pada : https://inside.fei.org/system/files/Code_of_Conduct_Welfare _Horse_1Jan2013.pdf

FEI, 2018. Veterinary Regulations. 14th Edition 2018, effective 1 January 2018 Switzerland

Hidayat W. Angkutan Tradisional. Diunduh pada 21 April 2018. Tersedia pada : https://www.antarafoto.com/bisnis/v1288085417/angkutan-tradisional

Hidayatullah A., 2017. INASGOC Uji Coba Dua Venue Berkuda Asian Games 2018. Diunduh pada 21 April 2018. Tersedia pada : https://www.suara.com/news/2017/10/14/025501/inasgoc-uji-coba-dua-venue-berkuda-asian-games-2018

KBHH, 2017.The Five Freedoms (Keeping Britain Horse Healthy/KBHH).Diunduh pada 26 Oktober 2017. Tersedia pada : https://www.healthyhorses.co.uk/horse-health/five-freedoms.

OIE, 2017. Teresterial Animal Health Code 2017 (Diunduh pada 2018, April 17) Tersedia pada :http://www.oie.int/international-standard-setting/terrestrial-code/access-online/

 

 

работа в одессе