Reportase Pelaksanaan Kegiatan Workshop Kesejahteraan Hewan Se Asia-Pasifik di Bali, Indonesia

Category: Beranda
Created on Thursday, 14 November 2019 23:27
Hits: 319

 “Penerapan kesejahteraan hewan akan bersifat EVOLUSI bukan REVOLUSI”, hal ini menjadi sebuah semangat bersama untuk mewujudkan bangsa yang memiliki generasi penerus yang bermartabat dengan memperlakukan hewannya dengan baik. Penerapan kesejahteraan hewan dimaknai sebagai sebuah tindakan pendekatan pemahaman yang selaras antara aspek hukum, etik dan sains kepada makhluk yang sentiens (mampu merasa).

Dalam kesempatan ini Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan workshop vocal point kesejahteraan hewan se-Asia Pasifik yang dilaksananakan pada tanggal 11-14 November 2019 di Bali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh OIE (Office Internationale des Epizooties) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian Cq. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner) yang dihadiri oleh 50 orang peserta yang berasal dari 28 negara dikawasan Asia-Pasifik yang terdiri atas anggota vocal point kesejahteraan hewan, panitia OIE, NGOs, dan ahli dibidang kesejahteraan hewan.

Kegiatan pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner yang diwakili oleh Kepala Subdit Kesejahteraan Hewan (drh. Hastho Yulianto, MM). Dalam sambutannya Hastho Yulianto mengungkapkan bahwa “untuk menerapkan kesejahteraan hewan di Indonesia perlu memperhatikan berbagai dimensi, seperti aspek hukum, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan bahkan unsur SARA”. Pemerintah juga telah melakukan berbagi upaya untuk meningkatkan penerapan kesejahteraan hewan di Indonesia melalui kegiatan-kegiatan : penguatan legislasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), melatih petugas Animal Welfare Officer (AWO), dan menjalin kerjasama lintas sektor termasuk masyarakat dalam mengimplemantasikan kesejahteraan hewan.

Kegiatan workshop ini dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, simulasi kelompok sesuai dengan isu terkini, dan praktik kunjungan lapangan. Materi inti yang diangkat dalam pertemuan workshop ini yaitu Regional Animal Welfare Strategy (RAWS), penerapan kesejahteraan hewan dalam mengendalikan poulasi anjing liar, saat hewan ditransportasikan, kuda pekerja, kesejahteraan hewan pada pembunuhan reptil, peternakan babi dan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan unggas.

Oie Pertemuan ok

Kegiatan Pelaksanaan Workshop

Selama hari pertama sampai ke tiga beberapa delegasi mendapatkan kesempatan berbagi pengalamannya dalam menerapkan kesejahteraan hewan di negaranya. Pada hari pertama Indonesia mendapat kesempatan berbagi pengalan tentang manajemen populasi anjing liar yang merupakan implementasi panduan OIE Terestrial Animal Health Code(TAHC) Chapter 7.7. Effective Implementation of Stray Dog Population Control. Sedangkan pada hari ke dua  Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang penerapan kesejahteraan hewan dalam transportasi laut yang merupakan implementasi panduan OIE Chapter. 7.2. Transport of Animal by Sea.

Oie Kandang ok

Praktik Lapangan di BPTU-HPT Denpasar

Pada hari ke empat dilakukan kunjungan lapang di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu BPTU-HPT Denpasar yang terletak di Pulukan, Jembrana-Bali. Disini Peserta mendapatkan kesempatan mengamati implementasi kesejahteraan hewan pada peternakan sebagaimana panduan OIE Terestrial Animal Health Code (TAHC) Chapter. 7.9. Animal Welfare and Beef Cattle Production Systems. Di akhir acara pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta merasa senang dan bangga mendapat kesempatan belajar bersama tentang kesejahteraan hewan di Indonesia. Semoga dilain kesempatan kegiatan serupa dapat kembali terlaksana dan bermanfaat (Red.19)

работа в одессе