Kegiatan Publik Awarness Efektif Mengendalikan Rabies Di Pulau Sumbawa

Category: Beranda
Created on Tuesday, 24 September 2019 08:35
Hits: 84

Oleh: Drh. Vitasari Safitri, M.Si (Medik Veteriner Madya)

 

Pada awal Januari 2019 lalu masyarakat kita dihebohkan dengan munculnya kabar adanya kasus gigitan anjing rabies di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wilayah yang sebelumnya merupakan provinsi bebas rabies secara historis yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor316/Kpts/PK.320/5/2017ini, tak mampu lagi mempertahankan status bebasnya. Awalnya kasus gigitan terjadi di Kabupaten Dompu, namun hingga saat ini kasus rabies telah menyebar ke seluruh wilayah Pulau Sumbawa. Tercatat hingga bulan Agustus 2019 rabies telan menelan korban kematian warga sebanyak 43 orang. Salah satu penyebab penyebaran rabies di Pulau Sumbawa adalah kurangnya pemahaman informasi masyarakat tentang bahaya rabies. Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang susunan syaraf pusat penderitanya. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama, anjing, kucing dan kera (hewan berdarah panas).

Rabies terus mengancam kesehatan hewan, manusia dan ekosistemnya di Indonesia, khususnya di daerah-daerah tertular, salah satunya di Pulau Sumbawa. Penurunan risiko kejadian rabies memerlukan keterlibatan berbagai elemen yang sangat komplek sehingga pencegahan dan pengendalian dilakukan melalui pendekatan konsep one health yang mempersatukan kolaborasi lintas sektoral, multidisiplin dalam upaya menghadapi ancaman rabies, implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.

Peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness) memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengendalian rabies secara menyeluruh. Public awareness dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies dilakukan untuk meningkatan pemahaman masyarakat terhadap penyakit rabies agar mendapatkan tindakan yang tepat. Strategi pencegahan penyakit rabies harus terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk melindungi diri, hewan peliharaan, dan hewan yang hidup dilingkungan sekitarnya dari penyakit rabies. 

 

Berdasarkan data dari WHO, 40% kasus gigitan hewan terduga rabies pada manusia adalah anak-anak usia di bawah 15 tahun. Hal ini terjadi karena ketidakhati-hatian anak atau orang dewasa dalam memperhatikan anak-anak yang bermain dengan hewan peliharan, atau hewan liar yang berpotensi rabies. Mengingat sebagian besar korban gigitan adalah anak-anak, maka kegiatan komunikasi, Informasi, danedokasi (KIE) kepada anak-anak sangat penting dilakukan selain kepada masyarakat umum lainnya seperti pemilik anjing, masyarakat pemburu babi dan lain sebagainya. 

 

Dalam rangka mendukung upaya pengendalian rabies di Pulau Sumbawa, pada tanggal 10-30 April 2019 telah dilaksanakan kegiatan KIE peningkatan kesadaran masyarakat khususnya pada anak sekolah dan masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa yaitu di Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat dengan peserta sejumlah 100 anak sekolah (SD) dan 50 orang masyarakat umum disetiap Kabupaten/Kota.

Secara rinci pelaksanaan KIE adalah sebagai berikut:

Kabupaten/

Kota

Tangggal

Kegiatan

Lokasi

Target Partisipan

 

Sumbawa

10 April 2019

KIE anak sekolah

SDN Labuan Bontong

100 siswa

KIE masyarakat

Kantor Camat Tarano

50 orang

Sumbawa Barat

12 April 2019

KIE anak sekolah

SDN 10 Taliwang

100 siswa

KIE masyarakat

Kantor Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kab Sumbawa barat

50 orang

Kabupaten Bima

23 April 209

KIE anak sekolah

SDN 3 Kore

100 siswa

KIE masyarakat

Kantor Desa Kore

50 orang

Kota Bima

25 April 2019

KIE anak sekolah

SD 21 Bima

100 siswa

(SD 21 dan Sd 22 Kota Bima)

   

KIE masyarakat

SD 21 Bima

50 orang

Dompu

30 April 2019

KIE anak sekolah

SDN Hu’u 7

100 KK

KIE masyarakat

Kantor Desa Hu’u

50 orang

               

Kegiatan KIE pada siswa SD dilakukan dengan cara presentasi, tanya jawab interaktif, pemutaran video lagu-lagu mengenali rabies dan cara memelihara hewan yang bertanggungjawab serta video film cara menghindari gigitan anjing. Untuk mengetahui dan mengukur tingkat pemahaman siswa terkait rabies, siswa diberikan pre test dan post test.   Dari hasil penilaian pre test dan post test khususnya untuk anak sekolah adalah sebagai berikut:

a. Secara umum terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan KIE dengan nilai pengetahuan di atas 68%.

b. Nilai rata-rata post test tertinggi diperoleh para siswa dari Kabupaten Sumbawa Barat, sedangkan nilai post test terendah diperoleh para siswa dari Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi sekolah berpengaruh terhadap pengetahuan siswa terhadap rabies mungkin disebabkan karena perbedaan jangkauan wilayah KIE.

SUMBA 1

SUMBA 2

Kegiatan KIE Rabies pada siswa SDN Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. 

Kegiatan KIE pada masyarakat diberikan dalam bentuk presentasi/pemaparan, pemutaran film rabies dan tanya jawab interaktif. Mengingat rabies adalah zoonosis, maka tanggung jawab pengendalian melibatkan multi sektor yaitu kesehatan manusia dan kesehatan hewan sehingga kegiatan KIE rabies ini dilakukan bekerjasama dengan dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dengan dilakukanya kegiatan KIE dan tindakan pengendalian rabies lainnya yang terintegrasi diharapkan terjadi penurunan angka kejadian rabies di Pulau Sumbawa dan tidak berlanjut menyebar ke daerah lainnya (red 19).

работа в одессе