Pencarian 

Kesmavet Produk.pnghewan.pngim1

Beranda

Media Website Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner menerima tulisan yang dikirim ke alamat redaksi melalui email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Tulisan bersifat orisinil, aktual dan informatif tentang kesehatan masyarakat veteriner diketik rapi 1,5 spasi. Panjang tulisan 2-3 halaman diketik format *.doc(words file) maksimal 7000 karakter termasuk spasi. Foto pendukung minimal 2 buah  dengan ukuran masing-masing maksimal sebesar 2MB. Sebelum diterbitkan tulisan di review dan disunting oleh Tim redaksi tanpa merubah isinya.  Perlu kami sampaikan sebelumnya pengiriman tulisan gratis dan tidak tersedia honor bagi penulis. 

SATGAS POS KOMANDO SIAGA PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN SIAP IKUT MENGANTISIPASI ERUPSI GUNUNG AGUNG

Tindakan antisipasi kemungkinan terjadinya erupsi Gunung Agung membuat prihatin berbagai pihak untuk ikut bersama-sama mengambil peranan masing-masing. Berbagai bantuan berupa fisik dan psikis perlu dipersiapkan dalam antisipasi kejadian erupsi Gunung Agung dengan cara bergotong-royong. Penyelamatan utama adalah penyelamatan terhadap nyawa manusia sehingga untuk mengantisipasinya penduduk di daerah terdampak wajib relokasikan ke tempat pengungsian yang lebih aman. Langkah berikutnya adalah penyelamatan terkait semua harta benda yang di dalamnya termasuk ternak-ternak hidup dan nyawa hewan kesayangan maupun hewan liar/eksotik. Dalam hal ini penanganan ternak di daerah terdampak bencana dibutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik. Seluruh elemen harus bahu-membahu untuk mengatasi kondisi tersebut sesuai dengan peranannya masing-masing.

Satgas Pos Komando Siaga Peternakan dan Kesehatan Hewan Antisipasi Erupsi Gunung Agung yang terdiri dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian Kab. Karangasem juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia), Fakultas Peternakan UGM, Pakultas Peternakan UNUD, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia, Perhimpunan Sarjana Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia, dan Asosiasi Ilmu Nutrisi Indonesia serta tak kalah penting berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bali sat

Suasana tenda, pengungsi, gudang sembako, dan ternak yang diselamatkan

Upaya real yang sudah dilakukan Tim Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah membentuk Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan, melakukan evakuasi ternak, melakukan penyiapan pembuatan kandang penampungan ternak, memberikan bantuan (dari berbagai bidang tugas lingkup Kementan), ikut memfasilitasi mendistribusikan bantuan, membuka pelayanan kesehatan hewan bekerjasama dengan PDHI, membuat edaran kepada dinas kab/kota untuk menstok pakan ternak sebanyak mungkin antisipasi terjadinya erupsi. Target sapi rencana yang diselamatkan yaitu 20.000 ekor sapi yang berasal dari wilayah terdampak. Total ternak yang sudah dievakuasi sampai tanggal 3 Oktober 2017 sebanyak 4.678 dengan rincian Sapi (4.053 ekor), kambing (459 ekor) dan babi (166 ekor) yg tersebar di 7 Kabupaten di 41 titik lokasi tempat penampungan.

Berbagai kendala muncul di lapangan terkait kesulitan-kesulitan Tim dalam mengantisipasi kondisi tersebut yaitu kurangnya tenaga untuk mengevakuasi, pengawasan, perawatan ternak/hewan kesayangan di tempat pengungsian, kurangnya pakan dan bahan untuk membuat kandang sementara. Sebagai ilustrasi prediksi Kebutuhan konsentrat sapi untuk 1 bulan sebanyak 1.200 ton dan Sudah tersedia 70 ton, kebutuhan pakan hijauan 15.000 ton. Saat ini baru tersedia (rumput gajah 3 ton + 2 truk, jerami 2,5 ton + 9 truk + 5 engkel) dan sebagian juga masih disediakan secara mandiri oleh para peternak dan berbagai pihak yang ikut mendukung.Walaupun demikian fakta dilapangan juga menunjukkan bahwa tidak semua peternak memperbolehkan ternaknya direlokasi ke tempat lain karena pemilik masih megganggap kondisi Gunung Agung masih aman dan cenderung  membaik. Pemilik ternak yang menolak ternaknya dibawa turun masih setiap hari memberi pakan ke kandang mereka, memang akses mencari rumput menajdi  terbatas karena banyak desa-desa rawan sudah ditutup dan tidak boleh masuk. Untuk ternak yang tidak berada di tempat penampungan pemerintah tidak dapat memberi bantuan pakan begitu saja karena semua bantuan harus diberikan melalui BNPB (terkait akuntabilitas yang baik).

Disamping hewan ternak, hewan kesayangan juga tak luput dari perhatian berbagai pihak untuk diselamatkan. Banyak anjing yang tertinggal di desa rawan bencana yang sudah di tutup, pemiliknya telah mengungsi, anjing ini adalah anjing yang sehari-hari dilepas liar, untuk anjing yang sehari hari benar-benar dipelihara sudah dievakuasi bersama pemilik. Disisi lain hewan kesayangan yang dilepas liarkan tersebut sesuai nalurinya akan dapat mengamankan dirinya menuju tempat yang lebih aman jika suatu saat terjadi bencana.

Sampai saat ini Tim satgas masih terus berupaya mengantisipasi segala kemungkinan-kemungkinan dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut. Langkah tindak lanjut yang dilakukan diantaranya mempercepat proses evakuasi dan relokasi ternak dari daerah rawan bencana ke tempat-tempat penampungan yg telah ditetapkan, mendata/mengidentifikasi jenis dan jumlah populasi ternak di desa-desa terdampak dan jumlah yg sudah dan belum dievakuasi, melakukan pengawasan dan penanganan terhadap kesehatan dan kesejahteraan ternak ditempat penampungan, terus memfasilitasi para pihak dalam memberikan kontribusi (non tunai) terutama untuk pakan dan kendaraan angkut untuk evakuasi ternak, koordinasi dengan BNPB tentang terkait kebutuhan sarpras.

Disamping itu, Tim juga melakukan identifikasi ternak secara lebih rinci dengan memperhatikan berat badan dan jantan/betina, untuk penjualan sapi diprioritaskan sapi jantan, adapun sapi betina hanya dijual untuk tetap dipelihara di Bali terkait peraturan yang ada. Melakukan pendataan anjing di pengungsian yang diusahakan oleh petugas Tagana dari Kemensos atau Pendamping Desa dariKemendes, serta melalui PJ2 tempat pengungsian.Meminta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali untuk membuat edaran melarang para relawan/LSM memasuki area berbahaya untuk sekedar memberi pakan hewan yang ditinggal pengungsi mengingat membahayakan nyawa relawan/LSM itu sendiri. Untuk layanan penanganan evakuasi ternak dan kesehatan hewan serta informasi lainnya dapat menghubungi Hotline Nomor : 081238632084 yang dapat diakses 24 jam. Semoga bermanfaat dan suasana segera kembali normal, terimaksih(red’17).

PENILAIAN PENGENDALIAN INTERN (PI) KEGIATAN LINGKUP DITJEN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

PI 1 1Dalam upaya mengoptimalkan implementasi Pengendalian Intern (PI) kegiatan pada pelaksanaan program kegiatan di lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), maka Tim Satlak PI Ditjen PKH melaksanakan penilaian PI pada seluruh kegiatan di Ditjen PKH di masing-masing Sub Direktorat dan Bagian Sekretariat Ditjen PKH. Kegiatan penilaian PI merupakan bentuk monitoring perkembangan pelaksanaan kegiatan sekaligus evaluasi dalam rangka memberikan early warning perbaikan pelaksanaan kegiatan bulan berikutnya dan/atau memberikan rekomendasi penyempurnaan pelaksanaan program/ kegiatan tahun 2018, baik dari manajemen maupun aspek teknis. Dalam rangka persiapan pelaksanaan penilaian PI maka Tim Satlak PI Direktorat Kesmavet bersama-sama dengan para penanggung jawab kegiatan subdit Direktorat Kesmavet telah melakukan rapat koordinasi pada hari Kamis tanggal 28 September 2017 di ruang rapat Direktorat Kesmavet. Penilaian PI kegiatan dilaksanakan serentak pada tanggal 2 Oktober 2017 di masing-masing Sub Direktorat lingkup PKH dan pada tanggal 3 Oktober 2017 di Bagian Sekretariat Ditjen PKH. Untuk menjaga kebebasan pelaksanaan penilaian, maka kegiatan penilaian tersebut dilakukan oleh Tim Satlak PI secara silang lintas Direktorat/Bagian lain yang berbeda. Penilaian PI dilakukan terhadap 5 unsur Sistem Pengendalian Intern (SPI) yaitu Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, dan Pemantauan.

PI 2Entry meeting penilaian PI dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 Oktober 2017 jam 09:00 WIB yang dipimpin langsung oleh Dirjen PKH Drh. I Ketut Diarmita, MP dan arahan juga disampaikan oleh Inspektur IV dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Penyampaian hasil penilaian tersebut akan disampaikan melalui exit meeting pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 yang merupakan serangkaian kegiatan yang tak terpisahkan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk pengembangan berbaikan organisasi di tahun-tahun mendatang khususnya lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Red’17).

KEPEDULIAN PENYELAMATAN SAPI BALI DI TENGAH ERUPSI GUNUNG AGUNG (BALI)

Ditengah hiruk pikuk kepanikan getaran-getaran seismic di sekitar Gunung Agung, Karangasem-Bali, warga berkemas menyelamatkan nyawa dan harta benda menuju tempat yang aman di pengungungsian. Bencana alam merupakan ujian dan cobaan bagi kaum yang bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh  sang  Pencipta. Manusia diwajibkan untuk memanfaatkan alam, merawat dan melestarikan sumber kekayaan alam sewajarnya.  Selain manusia yang menjadi kurban, hewan juga merupakan makluk yang sentien (perasa) atas kejadian fenomena alam tersebut. Hewan ternak telah memberikan hasil produksi yang lebih dalam mencukupi sumber protein hewani. Dalam kondisi darurat ini beberapa hewan ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan di cancang/dikurung di sekitar rumah.

Bali 1

Gambar 1. Pakan ternak yang dipersiapkan di tempat penampungan ternak

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian RI beserta jajaran direktorat teknis yang terlibat bersama Dinas setempat/masyarakat serta element terkait berusaha sekuat tenaga membentuk Tim satgas guna menyelamatkan keberadaan populasi sapi bali dan ternak lainnya atas ancaman bencana tersebut. Demikian pula Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu biaya mobilisasi dan perawatan ternak selama di penampungan. Setidaknya ternak sapi bali dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari kemungkinan ancaman erupsi vulkanik. Ternak diangkut menggunakan alat transportasi yang memadai menuju lokasi yang di tentukan dengan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Minimal sapi bali yang di selamatkan tersebut tidak kekurangan pakan dan minum serta tidak mengalami stress yang berlebihan. Dalam kondisi genting seperti ini banyak peternak rela menjual sapi-sapinya dengan harga yang tidak wajar. Oleh karena itu, pemerintah sebagai pelayan masyarakat juga berusaha membuat kebijakan dalam hal penstabilan harga jual ternak tersebut.   

Bali 2

GAMBAR 2. Evakuasi ternak dan penanganan ternak di penampungan

Dalam penyelamatan ternak ini diperlukan pasokan pakan hijauan, konsentrat, air, obat-obatan, ear tag, dan juga masker untuk petugas lapang serta peternak. Ternak yang menderita sakit/luka segera ditangani dengan baik oleh tim medis. Selain petugas darurat pengelola ternak yang dipersiapkan, kapasitas daya tampung kandang penampungan sementara tersebut juga perlu diperkirakan jangan sampai overload. Menurut informasi jumlah ternak disekitar zona merah Gunung Agung sekitar 17 ribu ekor, namun sebagian ternak mereka sudah di jual. Dalam perkiraan masih diperlukan tempat penampungan untuk kapasitas 10 ribu ekor sapi. Tim juga terus berusaha mencari informasi lokasi-lokasi alternative untuk menampung ternak. Semoga kejadian bencana ini segera berakhir dan seluruh komponen dapat beraktifitas secara normal kembali, Aamiin… (red’17).

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 22 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung