Pencarian 

Kesmavet Produk.pnghewan.pngim1

Mengenal Gelatin, Kegunaan dan Pembuatannya

Oleh: drh. Fety Nurrachmawati

Medik Veteriner Muda, Direktorat Kesmavet dan PP

 

Gelatin dengan nama ilmiah Hydrolised Collagen (C76H124O29N24) adalah zat kimia padat, tembus cahaya, tak berwarna, rapuh (jika kering), dan tak berasa. Gelatin umumnya digunakan sebagai zat pembuat gel pada makanan, industri farmasi, fotografi dan pabrik kosmetik. Dalam industri pangan, gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak, jeli, dan es krim. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan sebagai bahan pembuat kapsul. 

Gelatin merupakan senyawa turunan yang dihasilkan dari serabut kolagen jaringan penghubung, kulit, tulang dan tulang rawan yang dihidrolisis dengan asam atau basa, Gelatin diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin merupakan protein yang larut yang bisa bersifat sebagai gelling agent (bahan pembuat gel) atau sebagai non gelling agent. Sumber bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi (tulang dan kulit jangat), babi (hanya (kulit) dan ikan (kulit). Karena gelatin merupakan produk alami, maka diklasifikasikan sebagai bahan pangan bukan bahan tambahan pangan.

Permintaan gelatin di Indonesia cenderung meningkat seiring dengan perkembangan trend pola konsumsi masyarakat. Sampai saat ini kebutuhan gelatin di Indonesia dipenuhi dari produk impor, dimana negara pengimpor yang telah disetujui untuk pemasukan gelatin pangan diantaranya: India, China, Thailand, Australia, Brazil, Bangladesh dan New Zealand. Pemasukan gelatin pangan ke Indonesia diimpor dari produsen yang telah bersertifikat Halal.

Produksi gelatin di dunia berdasarkan wilayah dan penggunaan bahan bakunya dapat dilihat pada diagram berikut.

produksi gelatin

 

 KEGUNAAN GELATIN

Gelatin dapat diaplikasi pada produk pangan dan non pangan. Pada produk pangan, gelatin dimanfaatkan sebagai bahan penstabil (stabilizer), pembentuk gel (gelling agent), pengikat (binder), pengental (thickener), pengemulsi (emulsifier) dan perekat (adhesive). Gelatin juga termasuk golongan surfaktan (surface active agents) karena kemampuannya untuk menurunkan tegangan antar muka. pada produk non pangan, gelatin digunakan dalam industri fotografi dan pelapisan logam dalam industri elektroplating.

Gelatin juga dikonsumsi sebagai suplemen, komposisi gelatin sebagian besar terdiri dari asam amino glicyne dan prolin yang tidak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Asam amino ini diperlukan tidak hanya untuk kulit yang tepat, rambut dan kuku tumbuh, tetapi untuk fungsi kekebalan tubuh yang optimal dan pengaturan berat badan.Glycine, yang merupakan  1/3 dari asam amino dalam bubuk gelatin adalah anti-inflamasi dan terbukti dapat membantu penyembuhan luka. Glycine dalam gelatin juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Beberapa manfaat gelatin untuk kesehatan diantaranya:

  1. Baik untuk sendi dan dapat membantu pemulihan sendi, untuk mengobati osteoarthritis , rheumatoid arthritis , dan tulang rapuh ( osteoporosis ) . Beberapa orang juga menggunakannya untuk memperkuat tulang , sendi , dan kuku dan untuk mempersingkat pemulihan setelah cedera olahraga. Gelatin mengandung kolagen , yang merupakan salah satu bahan yang membentuk tulang rawan dan tulang sehingga  membantu untuk penyembuhan arthritis dan radang sendi lainnya.
  2. Mengandung nutrisi untuk membantu pertumbuhan  kulit, rambut dan kuku.
  3. Dapat membantu mengencangkan kulit.
  4. Dapat meningkatkan pencernaan karena secara alami mengikat air dan membantu pergerakan makanan melalui jalur pencernaan. 

 

PEMBUATAN GELATIN

Bahan utama pengolahan gelatin adalah kolagen yaitu protein yang menyusun jaringan tubuh makhluk hidup. Pada umumnya semua bagian tubuh hewan megandung kolagen dalam jumlah yang bervariasi. Bahan baku kulit dan tulang merupakan bahan baku terbesar yang digunakan oleh industri gelatin karena memiliki kandungan kolagen yang lebih tinggi, tersedia dalam jumlah besar dan dapat bersifat kontinu. Proses produksi gelatin untuk tulang dan kulit relatif sama kecuali pada tahap persiapan bahan baku, dimana bahan baku tulang memerlukan proses demineralisasi sebelum diolah menjadi gelatin.

Penyebaran kolagen pada beberapa jaringan mamalia disajikan pada Tabel  di bawah.

penyebaran gelatin

 

Berdasarkan proses pembuatannya, gelatin dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu gelatin tipe A dan B. Pada gelatin tipe A, bahan baku diberi perlakukan perendaman dalam larutan asam anorganik seperti asam klorida, asam sulfat, asam sulfit atau asam fosfat sehingga proses ini dikenal dengan sebutan proses asam, sedangkan pada gelatin tipe B, bahan baku diberi perlakuan perendaman dalam air kapur (proses alkali).

 

 Type A B Gelatin

 

 TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI GELATIN

Pengolahan gelatin dilakukan melalui perlakuan thermos dan kimia. Konvesi kolagen menjadi gelatin melibatkan reaksi pemutusan ikatan kolagen oleh asam atau basa kuat yang diikuti dengan pemanasan. Pada umumnya proses produksi gelatin dilakukan secara bertahap (multistageextraction) dengan suhu yang relatif rendah (50-60 0C). Tahap pemurnian dan pengeringan gelatin juga dilakukan dengan suhu yang terkendali untuk mengurangi resiko kerusakan produk, sehingga mempunyai aplikasi yang lebih luas.

 

Secara umum proses produksi utama gelatin dibagi dalam tiga tahap utama, yaitu :

 

  1. Tahap persiapan bahan baku,
  2. Tahap konversi kolagen menjadi gelatin dan
  3. Tahap pemurnian gelatin dengan penyaringan dan pengeringan. Persiapan bahan baku terdiri dari pengecilan ukuran, pencucian dan penghilangan lemak (degreasing). Perendaman dilakukan menggunakan larutan asam atau basa kuat sehingga terjadi proses soaking (pembengkakan) yang akan memudahkan proses ekstraksi. Ekstraksi gelatin dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh optimal. Selanjutnya larutan gelatin dimurnikan dengan penyaringan dan pengeringan hingga kadar air produk akhir mencapai 9-16%. Diagram alir proses produksi dan flow sheet pada industri gelatin dapat dilihat pada Gambar di bawah.

proses pembuatan gelatin

Sumber : Disarikan dari berbagai sumber

 

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 13 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung