Pencarian 

IDENTIFIKASI PEMALSUAN DAGING BABI PADA DAGING DAN BAKSO DI PROVINSI BANTEN

Oleh : Jajang Deni dan Meetha R. Pardede

          (Balai Pelayanan dan Pengujian Veteriner, Dinas Pertanian Provinsi Banten) 

Pemalsuan daging sapi dengan cara mencampur daging babi pada daging sapi serta sebagai bahan campuran dalam proses pembuatan bakso merupakan isu sensitif di beberapa provinsi di Indonesia salah satunya Provinsi Banten yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Daging babi dilarang dikonsumsi karena tidak halal menurut syariat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukan ada tidaknya pemalsuan daging babi pada daging (sapi) dan bakso di pasar lokal dan pedagang usaha kecil menengah di Provinsi Banten. Metode yang digunakan untuk mendeteksi pemalsuan daging babi adalah Pork Detection Kit dan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai uji konfirmasi. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak delapan puluh (80) sampel daging dan delapan puluh (80) sampel bakso diperiksa menggunakan pork detection kit dan ditemukan satu (1) sampel daging positif mengandung unsur daging babi. Uji konfirmasi PCR dilakukan untuk membuktikan bahwa sampel tersebut benar mengandung unsur daging babi. Sampel yang diambil tersebut berasal dari pedagang daging di pasar tradisional dan pedagang bakso usaha kecil menengah di wilayah Provinsi Banten (Baca artikel selengkapnya....).

Beberapa faktor resiko yang memungkinkan adanya pemalsuan daging babi/ celeng di Provinsi Banten diantaranya sebagai berikut: 1) Provinsi Banten berada di posisi strategis yakni di poros perlintasan jawa dan sumatera, sehingga lalu-lintas produk hewan sangat tinggi. Hal ini menyebabkan resiko adanya pemalsuan daging diantaranya dengan pemalsuan atau penambahan dengan daging babi / celeng, karena di pulau Sumatera sering ada perburuan hama babi hutan (celeng). Apalagi untuk wilayah Cilegon dan sekitarnya, selain pelabuhan Merak terdapat pelabuhan lain seperti Pelabuhan Bojonegara yang memungkinkan adanya penyelundupan daging babi/celeng ilegal. Menurut Asysyaukani 2009, terdapat lima aspek perbedaan antara daging babi dan sapi yaitu perbedaan warna, serat daging, tipe lemak, aroma, dan tekstur. Namun daging celeng (babi hutan) memiliki karakteristik fisik yang lebih mirip dengan daging sapi atau kerbau, sehingga sering terjadi pemalsuan daging sapi atau kerbau dengan daging celeng. 2) Adanya perburuan babi hutan di beberapa wilayah Provinsi Banten, sehingga memungkinkan daging celeng/ babi hutan tersebut dipalsukan atau dioplos dengan daging sapi atau kerbau. 3) Adanya kemungkinan pemotongan di luar Rumah Potong Hewan Babi sehingga menyulitkan pengawasan distribusinya. Dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait tak henti-hentinya terus melakukan pengawasan dan sosialisasi tentang peredaran produk hewan bersama masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam mewujudkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dan diharapkan masyarakat teliti dalam memilih produk hewan khususnya daging/bakso untuk di konsumsi. Semoga Bermanfaat (red'18).  

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 23 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung