Pencarian 

Kesmavet Produk.pnghewan.pngim1

BAHAYAKAH MENGKONSUMSI DAGING ANJING ???

Oleh : Drh. Lutfi N.A.(Calon Fungsional Medik Veteriner)

PENDAHULUAN

Daging anjing akhir-akhir ini menjadi perhatin publik baik diberbagai media baik nasional maupun internasional. Tidak hanya di Indonesia, daging anjing juga di konsumsi dibeberapa Negara dengan alasan tertentu sejak jaman dahulu seperti di Korea, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, China, dll. Konsumsi daging anjing di Indonesia oleh kalangan tertentu terjadi di beberapa wilayah khusus di Indonesia yaitu Medan, Manado, Nusa Tenggara Timur, DKI, Yogyakarta, Solo, Bandung dan Bali.

SERBA SERBI DAGING ANJING

Menurut hasil penelitian Widyastuti dkk. tahun 2015 menyimpulkan bahwa terdapat beberapa alasan masyarakat mengkonsumsi daging anjing di Bali yaitu bahwa bagian-bagian tertentu dari anjing berkhasiat untuk penyembuhan secara tradisional, misalnya jantung digunakan untuk menyembuhkan penyakit asma. Selain itu, konsumsi daging anjing juga dipercaya meningkatkan libido pria karena dapat memberikan kekuatan magis dan meningkatkan keperkasaan seksual. Oleh karena itu, Anjing memiliki nilai secara ekonomi dan kultural yang tinggi di Pulau Flores (Hutabarat dkk., 2003). Anjing digunakan sebagai sumber protein hewani, pengobatan, menjaga rumah dan kebun. Anjing juga sebagai menu populer pada saat pesta perayaan maupun upacara tradisional di pulau tersebut.

Anjing

Gambar 1. Daging anjing dipanggang untuk konsumsi manusia (Garba dkk., 2013)

Sampai saat ini belum ada aturan jelas yang mengatur terkait daging anjing, bahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, daging anjing tidak termasuk dalam definisi tersebut sehingga daging anjing bukan merupakan kategori pangan. Daging anjing juga rentan menjadi faktor pembawa penyakit yang berpotensi zoonosis bagi hewan dan manusia. Letak titik kritisnya saat proses produksi daging anjing yaitu sejak dimulai dari penangkapan (handling), transportasi, pembunuhan, pengolahan, penjajaan hingga konsumsi. Proses penangkapan, penanganan, transportasi, dan pembunuhan dilakukan dengan cara kasar dan melanggar aspek kesejahteraan hewan. Dalam press information WSAVA, menyebutkan bahwa risiko mengkonsumsi daging anjing terhadap kesehatan manusia antara lain terjangkitnya penyakit rabies, cholera, trichinellosis. residu antimikroba dan bahkan zat farmasetikal/kimia. Tertularnya toxoplasmosis juga merupakan risiko dari mengkonsumsi daging anjing (Sharma dkk., 2017).

APA SIH DAMPAKNYA MENGKONSUMSI DAGING ANJING??

Hasil penelitian kasus-kasus rabies dan potensi penularannya terkait dengan penjualan daging anjing yang terjadi di Vietnam akibat mengkonsumsi daging anjing dalam Risk Assessment (Asian Canine Protection Alliance) menyebutkan bahwa :

$    1. Penelitian oleh National Institute of Hygiene and Epidemiology (NIHE) tahun 2007 mengungkap bahwa sepuluh laboratorium mengonfirmasi kasus rabies pada manusia dari beberapa rumah sakit di wilayah utara, salah satu dari pasien kasus tersebut memiliki riwayat mengonsumsi daging anjing.

$    2. Penelitian oleh National Institute of Hygiene and Epidemiology (NIHE) tahun 2007-2009 mengungkap bahwa 23 pasien yang dikonfirmasi positif rabies oleh laboratorium. Sejumlah 22% tidak memiliki riwayat gigitan anjing atau kucing, tetapi akhibat mengolah serta mengkonsumsi daging anjing dan kucing.

     3. Penelitian oleh Wertheim dkk. dalam Wellcome Trust of Great Brain tahun 2009 telah mempublikasi studi kasus tentang dua orang yang meninggal dan telah dikonfirmasi oleh laboratorium positif menderita rabies setelah membunuh, mengolah, menyiapkan dan mengkonsumsi hewan yang terinfeksi rabies.

Sumber penelitian lain di Tiongkok, menyebutkan selama tahun 2000-2003 terjadi 17 kali outbreak trichinellosis pada manusia, 11,77% diantaranya disebabkan oleh konsumsi daging anjing mentah (Wang dan Shu, 2006). Penelitian oleh Wang dan Shen (2007) juga menyebutkan bahwa antara tahun 1937 hingga 2004 trichinellosis pada anjing ditemukan di 13 area dengan rata-rata prevalensi pada anjing yang dibunuh di tempat penyembelihan adalah 16,2% (5654/34.983), kejadiannya berkisar antara 1,2% hingga 44,8%. Prevalensi pada daging anjing yang dijual di pasar adalah 3,5% (988/27.898) ditemukan di 5 area. Kejadian outbreak trichinellosis di tahun-tahun sebelumnya dilaporkan juga berkaitan dengan konsumsi daging anjing.

Info grafis daging anjing

Gambar 2. Infografis Tentang Perdagangan Daging Anjing

KESIMPULAN

Mengingat hanya kalangan tertentu yang mengkonsumsi daging anjing di Indonesia, bisa saja konsumen keliru memilih jenis daging apabila penjajaannya sembarangan tanpa label/papan nama di restorannya. Dalam upaya memperketat pengawasan/peredaran daging anjing tersebut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 9874/SE/pk.420/F/09/2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing. Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk agar dapat digunakan sebagai pedoman dalam meningkatkan pengawasan perdagangan daging anjing baik oleh pemerintah maupun masyarakat, Tujuannya yaitu meningkatkan komitmen seluruh stakeholder dan menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam mendapatkan pangan asal hewan yang aman dan sehat melalui peningkatan pengawasan terhadap peredaran/perdagangan daging anjing.

Berbagai penelitian diatas telah mengungkap dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi daging anjing dengan berbagai alasan yaitu mengkonsumsi daging anjing berkaitan dengan mitos kasiat daging anjing, persembahan upacara adat, kebutuhan pribadi, dan bahkan diperdagangkan. Pemerintah dalam hal ini Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat berhati-hati dalam melakukan pengaturan konsumsi daging anjing di Indonesia mengingat berbagai dimensi hukum, SARA, budaya, ekonomi, dan bahkan politik. Oleh karena itu, mari kita bantu sadarkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging anjing mengingat dampak yang dapat ditimbulkan terkait penyakit dan moral publik. Demikian, semoga bermanfaat.

REFERENSI

Asian Canine Protection Alliance. 2013. Risk Assessment – The Risk the Dog Meat Trade Poses to Rabies Transmission and the ASEAN Plus 3 Countries’ Pledge to Eliminate Rabies by 2020

Garba A, Dzikwi AA, Okewole PA, Chitunya-Wilson BB, Tirmidhi AB, Kazeem HM dan Umoh JU. 2013. Evaluation of Dog Slaughter and Consumption Practices Related to The Control of Rabies in Nigeria. Journal of Exp Biol and Agri Sci, June – 2013; Volume – 1 (2S)

Hutabarat T, Geong M, Newsome A, Ruben A, Cutter S. 2003. Rabies and dog ecology in Flores. Urban Animal Management Conference Proceedings. Australia Veterinary Association.

Sharma R, Singh BB, Gill JPS, Jenkins E, dan Singh B. 2017. Canine Parasitic Zoonoses in India: Status and Issues. Rev Sci Tech Off Int Epiz., 2017,36(3), No. 20062017-00101-EN

Wang ZQ dan Shen LJ. 2007. The Epidemiology of Animal Trichinellosis in China. The Vet Journal 2007,173(2):391-398

Wang ZQ dan Xu BL. The Epidemiology of Human Trichinellosis in China During 2000-2003. Acta Trop 2006,97(3):247-251

Wertheim HFL, Nguyen TQ, Nguyen KAT, de Jong MD, Taylor WRJ, Le TV, Nguyen HH, Nguyen HTH, Farrar J, Horby P, Nguyen H. 2009. Furious Rabies After an Atypical Exposure. PLoS Medicine 2009,6(3):e1000044

Widyastuti MDW, Bardosh KL, Sunandri, Basri C, Basuno E, Jatikusumah A, Arief RA, Putra AAG, Rukmantara A, Estoepangestie ATS, Willyanto I, Natakesuma IKG, Sumantra IP, Grace D, Unger F, Gilbert J. 2015. On Dogs, People, and A Rabies Epidemic: Results from A Sociocultural Study in Bali, Indonesia. Infect Dis of Pov, 2015;4:30. DOI 10.1186/s40249-015-0061-1

WSAVA Press Information. 2017. WSAVA Position Statement on The Dog and Cat Meat Trade.

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 26 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung