Pencarian 

Tulisan Ilmiah Populer

Media Website Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner menerima tulisan yang dikirim ke alamat redaksi melalui email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Tulisan bersifat orisinil, aktual dan informatif tentang kesehatan masyarakat veteriner diketik rapi 1,5 spasi. Panjang tulisan 2-3 halaman diketik format *.doc(words file) maksimal 7000 karakter termasuk spasi. Foto pendukung minimal 2 buah  dengan ukuran masing-masing maksimal sebesar 2MB. Sebelum diterbitkan tulisan di review dan disunting oleh Tim redaksi tanpa merubah isinya.  Perlu kami sampaikan sebelumnya pengiriman tulisan gratis dan tidak tersedia honor bagi penulis. 

Parameter Dalam Penerapan Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare)

Oleh: Imron Suandy

Sejarah manusia tidak dapat terlepas dari peranan hewan. Hewan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan manusia, mulai dari sebagai pekerja yang membantu pekerjaan manusia, sebagai sumber pangan/nutrisi, sampai dengan hewan sebagai bagian dari keluarga yang memiliki kedekatan secara emosional dengan manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, industrialisasi peternakan berkembang mengharuskan hewan dipelihara dan diproduksi dalam jumlah besar agar memenuhi kebutuhan sumber pangan manusia setiap saatnya. Sistem peternakan saat ini menuntut produktivitas yang tinggi dengan biaya produksi yang dapat ditekan seefisien mungkin dalam memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini yang sering kali menyebabkan hewan menjadi menderita dan berespon terhadap berbagai dampak negatif yang harus diterima.

Bagaimana manusia dan hewan saling berinteraksi?, tentu sangat tergantung dari manusia sebagai subjek yang memiliki kekuatan untuk berbuat sesuatu yang sesuai dengan keinginannya. Dalam hal ini, maka bio-etik diperlukan, yang akan memperlihatkan dan menjelaskan bagaimana manusia memperlakukan hewan dan lingkungannya. Reynnells (2004) menjelaskan bahwa etik merupakan nilai-nilai yang akan mengkalsifikasikan aktivitas seseorang menjadi suatu kebaikan atau kesalahan, atau dengan kata lain merupakan suatu penilaian terhadap motif baik atau jahat. Apa yang sebenarnya dirasakan oleh hewan, hal ini sangat tergantung dari apa yang akan mereka alami sepanjang rantai produksi atau selama hidupnya, mungkin hal ini saja dapat teramati dari setiap individu hewan tersebut. Untuk itu pengertian kesejahteraan hewan harus mampu didefinisikan secara jelas dan dapat mengukurnya secara nyata, sehingga pada akhirnya batasan penderitaan hewan dapat ditetapkan. Beberapa parameter-parameter penting perlu dijelaskan mana yang akan menjadi prioritas, apakah lebih kepada kepentingan ekonomi atau lebih kepada hewan itu sendiri (Nunn & Black, 2006).

Read more: Parameter Dalam Penerapan Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare)

Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET): “Kontribusi dokter hewan sebagai jembatan bagi kesehatan hewan dan kesehatan manusia“

Oleh: Drh. Imron Suandy, MVPH.

KesmavetKesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) pertama kali diperkenalkan pasca perang dunia II (Schwabe, 1984), dimana Administrator Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat merasa bahwa bidang kedokteran hewan perlu dilibatkan terkait pelayanan kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan istilah kesehatan masyarakat veteriner sebagai suatu komponen dari pelayanan kesehatan masyarakat yang melibatkan penerapan kemampuan, pengetahuan, dan sumber daya kedokteran hewan dalam upaya melindungi dan meningkatkan kesehatan manusia (WHO, 2002). Dalam hal ini, profesi dokter hewan secara langsung terlibat dalam peningkatan kesehatan manusia terkait dalam upaya mengurangi paparan bahaya yang dapat timbul yang bersumber dari hewan dan pangan asal hewan. Adapun beberapa bidang utama yang menjadi kewenangan meliputi:

  1. Pencegahan penyakit dan wabah penyakit hewan;
  2. Perlindungan kesehatan manusia dari bahaya yang bersumber dari hewan;
  3. Perlindungan  manusia dari bahaya yang bersumber dari konsumsi pangan asal hewan;
  4. Perlindungan kesejahteraan hewan meliputi mencegah hewan dari penderitaan;
  5. Menjaga dan meningkatkan higienitas dan keamanan produk pangan asal hewan;
  6. Perlindungan kesehatan lingkungan dari dampak domestikasi hewan dan dampak dari setiap rantai proses produksinya.

Read more: Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET): “Kontribusi dokter hewan sebagai jembatan bagi...

Cara memilih Daging Sapi Yang Baik dan Layak Konsumsi

 Oleh: Drh. Fety Nurrachmawati (Medik Veteriner Pertama, Ditkesmavet PP)

 

96cara-memilih-daging-sapi

 

Produk hewan merupakan komoditi yang berpotensi sebagai media pembawa agen penyakit hewan menular yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.

Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau Tahun 2014 (PSDS/K 2014)  merupakan salah satu dari 5(lima) program utama Kementerian Pertanian terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik. Dalam rangka pencapaian PSDS/K 2014 tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menetapkan 5 kegiatan pokok dan 13 kegiatan operasional. Salah satu kegiatan operasional untuk mendukung PSDS/K 2014 adalah kegiatan pemasukan karkas, daging ,jeroan dan/atau olahannya ke dalam wilayah negara Repubik Indoensiadalam rangka menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Read more: Cara memilih Daging Sapi Yang Baik dan Layak Konsumsi

Peran Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam Pengendalian Zoonosis

1.    Zoonosis

Zoonosis adalah penyakit hewan yang secara alami dapat menular ke manusia atau sebaliknya. Zoonosis sendiri berasal dari bahasa yunani “Zoon” yang artinya hewan dan “Noson” yang artinya penyakit.  Beberapa tahun belakangan ini, dunia mengalami sejumlah kejadian munculnyaemergingdanre-emerging zoonoses yang mengkhawatirkan, Kemunculan penyakit-penyakit zoonosis tersebut dipicu oleh iklim, faktor kepadatan populasi yang mempengaruhi induk semang, pathogen atau vector serta perubahan habitat hidup hewan.

Penyakit zoonotik yang masuk ke dalam daftar penyakit hewan menular strategis di Indonesia yaitu rabies, anthrax, avian influenza, salmonellosis dan brucellosis. Zoonosis bersumber hewan yang penting lainnya dan perlu mendapatkan perhatian antara lain schistosomiasis,cysticercosis/taeniasis,tuberculosis, leptospirosis, toxoplasmosis,Japanese encephalitis, streptococosis/staphylococosis, danclostridium(tetanus). Zoonosis yang berkaitan dengan keamanan pangan (foodborne zoonoses) di Indonesia antara lain camphylobacteriosis, salmonellosis, shigella, yersinia, verocyto toxigenic Escherichia coli(VTEC), dan listeriosis. Sedangkan penyakit zoonosis yang dikategorikan zoonosis eksotik untuk Indonesia antara lainbovine spongiform encephalopathy(BSE) atau dikenal juga dengan istilah sapi gila, Nipah/Hendra virus, ebola, danrift valley fever(RVF).

Dari penyakit yang masuk kedalam kategori menular baru muncul(emerging infectious disease/EID) yang menyerang manusia, 60.3% diantaranya disebabkan oleh zoonosis.  Mayoritas EID zoonosis tersebut berasal dari hewan liar(71.8%) (contohnya: severe acute respiratory virus/SARS, Ebola virus), dan jumlahnya cenderung meningkatdari waktu ke waktu. Berbeda dengan penyakit hewan atau ternak yang tidak bersifat zoonotik, zoonosis selain memiliki beban terhadap ekonomi juga berdampak pada kesehatan dan ketentraman bathin masyarakat.

Read more: Peran Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam Pengendalian Zoonosis

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 18 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung