Pencarian 

Tulisan Ilmiah Populer

Media Website Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner menerima tulisan yang dikirim ke alamat redaksi melalui email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Tulisan bersifat orisinil, aktual dan informatif tentang kesehatan masyarakat veteriner diketik rapi 1,5 spasi. Panjang tulisan 2-3 halaman diketik format *.doc(words file) maksimal 7000 karakter termasuk spasi. Foto pendukung minimal 2 buah  dengan ukuran masing-masing maksimal sebesar 2MB. Sebelum diterbitkan tulisan di review dan disunting oleh Tim redaksi tanpa merubah isinya.  Perlu kami sampaikan sebelumnya pengiriman tulisan gratis dan tidak tersedia honor bagi penulis. 

Ayam Probiotik Sebagai Alternatif Untuk Hidup Lebih Sehat

Oleh. drh. Ruri Astuti Wulandari

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Lampung

“Maamaaaa, minta ayam crispy dong” kata Afiqa merengek ke Mama Mia. Hampir tiap hari Afiqa minta makan pakai ayam crispy. Ayam crispy atau ngetop dengan sebutan Ayam fried chiken,  sekarang tidak hanya dijual di restoran fast food yang ada di mall-mall atau supermarket. Di pasar dan di pinggir jalan mama juga sering melihat banyak gerobak-gerobak yang menjual ayam crispy, harganya lebih murah lagi, mama jadi seneng dan tidak kerepotan lagi menyiapkan lauk untuk Afiqa anak cantik tersayangnya. Kalau tidak ada ayam crispy, tahan dia tidak makan seharian sampai mama kebingungan merayunya. “Kalau ga ada ayam crispy, aku mau nugget ajahhhh”, kata Afiqa sambil jerit-jerit dan merengut. Mama Mia sebagai mama gaul yang sering update berita baik di facebook, twitter atau situs berita online lainnya, belakangan ini jadi ketakutan masak ayam untuk lauk di rumah, karena berita yang beredar di media sangat santer dan serem kalau ayam broiler itu berbahaya dikonsumsi karena banyak kandungan hormonnya dan banyak residu antibiotiknya. Apalagi teman-teman arisan mama suka ngerumpi kalau ayam broiler itu bisa menyebabkan penyakit kanker dan bisa bikin cepat dewasa kelamin pada anak. Aduuhhh, tambah pusing deh mama mikirinnya, belum lagi dengar rengekan Afiqa yang tiap hari minta ayam crispy’lah, nugget’lah, sosis’lah dan teman-teman sejenisnya yang lain. Pernah sekalinya mama coba bikin ayam crispy pakai ayam kampung, si Afiqa jerit-jerit lagi,“ayamnya keras maaaa, ga empuk kaya biasanyaaaa!!!” Ayam kampung selain harganya yang aduhai mahal juga ternyata tidak bisa menggantikan ayam crispy, nugget dan sosis kesukaan Afiqa. Walaupun demikian daging ayam kampung juga memiliki keunggulan tersendiri jika dimasak dengan resep yang tepat sehingga rasa semakin lezat. Mama jadi tambah bingung, kemanaaa kemanaaa kemanaa.... Si Mama sama bingungnya dengan Ayu Ting-Ting yang nyari alamat ga ketemu-ketemu. Kemana lagi harus mencari solusi yaaaa......??????

Rasanya Mama Mia tidaklah sendiri, masalah ini pasti juga dirasakan oleh banyak mama yang lain dimanapun berada, dimana kebiasaan mengkonsumsi ayam broiler sudah mendarah daging dan menjadi suatu kebutuhan pokok yang tak tergantikan. Bagaimana tidak, ayam broiler atau yang sering kita sebut ayam ras pedaging mulai dipelihara dan dikenal di Indonesia sekitar tahun 1950 dan mulai populer pada tahun 1980. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan di berbagai wilayah Indonesia. Alhasil, masyarakat Indonesia semakin familiar dengan adanya olahan daging ayam broiler di meja makannya.

Probiotik 1

Ayam broiler sebagai ayam ras pedaging bertumbuh sangat cepat dan mampu mengubah makanan yang ia makan menjadi daging dengan sangat efisien, tetapi kelebihannya itu harus ditunjang dengan pemeliharaan yang baik. Tanpa pemeliharaan yang baik daya tahan tubuhnya akan menurun dan mudah terserang penyakit. Hal inilah yang kemudian menjadi faktor resiko timbulnya pemakaian obat-obatan yang berlebihan dalam pemeliharaan ayam broiler. Walaupun tidak semua peternakan ayam broiler menggunakan obat-obatan yang berlebihan namun terbatasnya jumlah tenaga pengawas obat hewan tentunya juga mempengaruhi terhadap pengawasan di lapangan. Data Balai Veteriner Lampung, pada tahun 2013 di Provinsi Lampung, ditemukan 20 kasus positif residu antibiotika dari 315 sampel bahan asal hewan yang diambil secara aktif service, dan 11 kasus positif residu antibiotika dari 365 sampel bahan asal hewan yang didapat secara pasif service. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada penggunaan antibitiotika pada hewan yang tidak sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian. Sementara untuk residu hormon, tidak ditemukan kasus positif. Secara genetis ayam broiler mampu mengolah makanan dengan cepat begitu makanan dikonsumsi olehnya, sehingga memiliki karakteristik ekonomi sebagai penghasil daging dengan konversi makanan irit dan siap dipotong pada usia relatif muda, karenanya issue pemakaian hormon pada pemeliharaan ayam broiler agar ayam cepat gemuk adalah tidak tepat.

Mengapa Ayam PROBIOTIK bisa menjadi alternatif pilihan untuk hidup yang lebih sehat??? Di Kota Metro Lampung terdapat sekelompok Peternak Ayam yang memelihara ayam broiler dengan menggunakan Probiotik dan Herbal sebagai pengganti Antibiotik. Ayam PROBIOTIK adalah ayam broiler yang dipelihara dengan menggunakan Probiotik dan Jamu-jamuan/herbal tanpa menggunakan bahan-bahan kimia seperti antibiotika atau obat hewan yang lain sehingga menghasilkan daging yang sehat dan berkualitas dengan citarasa yang khas. Dengan pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe, kunyit, sambiloto, temu lawak, temu ireng dan lain-lain dengan formulasi tertentu, dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang penyakit dan menghilangkan perlemakan daging yang berlebihan. Sehingga ayam PROBIOTIK tidak mudah terserang penyakit dan memiliki kualitas daging yang baik karena tidak banyak lemak. Produk ayam probiotik yang dihasilkan berupa karkas ayam segar dan produk olahan seperti nugget dan kripik dengan pasaran lokal Metro dan Bandar Lampung serta sebagian besar pasar Jakarta, Bali dan Surabaya.

Produk ini juga telah melewati beberapa test antara lain Negatif Residu Antibiotika dan Negatif cemaran mikroba dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor dan Laboratorium Kesmavet Propinsi DKI Jakarta, Negatif Avian Influenza (Flu Burung) dari Balai Veteriner Lampung, Negatif cemaran mikroba dari Laboratorium Kesmavet Kota Metro. Rumah Potong Ayam PROBIOTIK tersebut sudah memenuhi Standar Nasional Hygiene dan Sanitasinya dibuktikan dengan telah memiliki Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung dan Sertifikat HALAL dari MUI Lampung.Pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37 Kota Metro pada tanggal 29 November 2017 di Lapangan Mulyojati Metro Barat, Kelompok Peternak Ayam ini mendapatkan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Kota Metro dalam kategori Pelopor Ketahanan Pangan.

Probiotik 2d

Sejalan dengan mulai diberlakukannya Permentan Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan dimana penggunaan antibiotika imbuhan pakan (feed additive) dilarang digunakan sejak tanggal permentan tersebut ditetapkan dan mulai efektif ditahun berikutnya, penggunaan Probiotik dan Herbal sebagai pengganti Antibiotik adalah salah satu langkah bijak yang dapat dilakukan. Dengan ayam PROBIOTIK, Mama Mia dan kita semua tidak perlu galau lagi mengkonsumsi ayam broiler atau memberikan olahan ayam broiler untuk orang-orang tercinta di rumah. Hidup adalah pilihan, dan di tangan kita pilihan itu berada. Semoga pilihan hidup sehat menjadi pilihan kita semua. Salam PROBIOTIK.......!!!(red’18)

IDENTIFIKASI PEMALSUAN DAGING BABI PADA DAGING DAN BAKSO DI PROVINSI BANTEN

Oleh : Jajang Deni dan Meetha R. Pardede

          (Balai Pelayanan dan Pengujian Veteriner, Dinas Pertanian Provinsi Banten) 

Pemalsuan daging sapi dengan cara mencampur daging babi pada daging sapi serta sebagai bahan campuran dalam proses pembuatan bakso merupakan isu sensitif di beberapa provinsi di Indonesia salah satunya Provinsi Banten yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Daging babi dilarang dikonsumsi karena tidak halal menurut syariat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukan ada tidaknya pemalsuan daging babi pada daging (sapi) dan bakso di pasar lokal dan pedagang usaha kecil menengah di Provinsi Banten. Metode yang digunakan untuk mendeteksi pemalsuan daging babi adalah Pork Detection Kit dan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai uji konfirmasi. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak delapan puluh (80) sampel daging dan delapan puluh (80) sampel bakso diperiksa menggunakan pork detection kit dan ditemukan satu (1) sampel daging positif mengandung unsur daging babi. Uji konfirmasi PCR dilakukan untuk membuktikan bahwa sampel tersebut benar mengandung unsur daging babi. Sampel yang diambil tersebut berasal dari pedagang daging di pasar tradisional dan pedagang bakso usaha kecil menengah di wilayah Provinsi Banten (Baca artikel selengkapnya....).

Beberapa faktor resiko yang memungkinkan adanya pemalsuan daging babi/ celeng di Provinsi Banten diantaranya sebagai berikut: 1) Provinsi Banten berada di posisi strategis yakni di poros perlintasan jawa dan sumatera, sehingga lalu-lintas produk hewan sangat tinggi. Hal ini menyebabkan resiko adanya pemalsuan daging diantaranya dengan pemalsuan atau penambahan dengan daging babi / celeng, karena di pulau Sumatera sering ada perburuan hama babi hutan (celeng). Apalagi untuk wilayah Cilegon dan sekitarnya, selain pelabuhan Merak terdapat pelabuhan lain seperti Pelabuhan Bojonegara yang memungkinkan adanya penyelundupan daging babi/celeng ilegal. Menurut Asysyaukani 2009, terdapat lima aspek perbedaan antara daging babi dan sapi yaitu perbedaan warna, serat daging, tipe lemak, aroma, dan tekstur. Namun daging celeng (babi hutan) memiliki karakteristik fisik yang lebih mirip dengan daging sapi atau kerbau, sehingga sering terjadi pemalsuan daging sapi atau kerbau dengan daging celeng. 2) Adanya perburuan babi hutan di beberapa wilayah Provinsi Banten, sehingga memungkinkan daging celeng/ babi hutan tersebut dipalsukan atau dioplos dengan daging sapi atau kerbau. 3) Adanya kemungkinan pemotongan di luar Rumah Potong Hewan Babi sehingga menyulitkan pengawasan distribusinya. Dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait tak henti-hentinya terus melakukan pengawasan dan sosialisasi tentang peredaran produk hewan bersama masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam mewujudkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dan diharapkan masyarakat teliti dalam memilih produk hewan khususnya daging/bakso untuk di konsumsi. Semoga Bermanfaat (red'18).  

“INOVASI SEDERHANA CARA PENGULITAN KARKAS PADA PEMOTONGAN TERNAK KAMBING/DOMBA” (SHEEP SKINNING MACHINE)

Untuk mendapatkan produk pangan asal hewan segar yang memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) amat mudah, tidak perlu harus menggunakan cara-cara yang mahal. Hanya perlu memahami prinsip-prinsipnya, mengetahui titik-titik kritisnya, dan mengimplementasikannya dengan baik. Salah satu titik kritisnya adalah saat penanganan karkas setelah pemotongan ternak pada saat proses pengulitan. Pada proses ini karkas ternak seharusnya digantung terlebih dahulu kemudian dilakukan pengulitan dan penanganan yang baik untuk menjaga higienitas daging hasil penyembelihan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan peran ilmuwan dan peneliti untuk menciptakan inovasi baru. Sheep skinning machine merupakan salah satu alat portable sederhana yang praktis untuk mempermudah melakukan pengulitan ternak kecil seperti kambing dan domba. Caranya sangat mudah, cepat, dan praktis, kecepatan mengulitinya bisa kurang dari 1 menit. Cara ini sangat praktis diterapkan pada Rumah Potong Hewan Kambing/Domba dan juga bisa dipakai saat hari raya Idzul Adha serta mudah dipindah-pindah.

SKM 1 

Gambar1. Desain alat Sheep Skinning Machine

 SKM 2

Gambar 2. Dinamo Penggerak

Perangkat alat dan mesinnya didesain dengan sederhana sebagaimana gambar tersebut dibawah ini dan mungkin bisa dimodifikasi lebih lanjut, misalkan dilengkapi dengan tempat penampungan Kulit dan Jeroan sekaligus. Mesin menggunakan dinamo dan tali penggerak yang sangat kuat yang diberikan kait dibagian ujungnya. Sumber tegangan bisa menggunakan aki atau listrik tergantung kekuatan dinamo yang dipakai (gambar 2 dan 4). Bagian batang penarik diberikan roda katrol sebagai jalan tali penarik. Bagian penyangga dilengkapi dengan piston agar daya tarikan menjadi lentur dan sinergis dengan kekuatan mesin penarik (gambar 1). Jika ingin membuat sendiri sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli mekanik sehingga kekuatan daya tarik dinamo dan regangan tali penarik cukup seimbang dan berfungsi dengan baik.

Prinsip kerja alat ini cukup mudah yaitu setelah hewan di sembelih dan di potong bagian lehernya, karkas digantung dengan posisi kaki depan dijepit dibawah dan kaki belakang di bagian atas (gambar 3). Setelah itu dilakukan pembelahan kulit bagian kaki depan (memanjang) dan bagian bawah perut hingga pada kaki belakang (kiri-kanan). Tali mesin penarik dikaitkan pada kulit bagian leher kemudian tombol ON di tekan. Secara perlahan kulit akan tertarik dan terkelupas seluruhnya. Untuk memberikan gambaran prinsip kerja alat ini silakan klik peragaan alat di channel you tube berikut : https://www.youtube.com/watch?v=oaCQzP40OB4. Dengan cara ini diharapakan dapat mempermudah dan meringankan pekerjaan proses pengulitan pada kambing/domba.

SKM 4

Gambar 3. Posisi Penggantungan Karkas

 SKM 3

Gambar 4. Karkas Hasil Pengulitan

Karkas yang tangani dengan cara digantung dan tidak bersinggungan dengan lantai merupakan salah satu upaya untuk tetap menjaga higienitas daging yang dihasilkan. Disamping itu disiapkan wadah bersih yang terbuat dari untuk menempatkan daging hasil pemotongan. Karkas hasil pengulitan dilakukan penanganan lebih lanjut dengan mengelurkan jeroan dan di letakkan dalam tempat khusus. Begitu pula bagian kulit dan karkas yang  telah dipisahkan menurut potongannya segera tempatkan dalam wadah yang telah disediakan secara terpisah.  Daging hasil pemotongan tersebut siap di kemas dan di distribusikan. Demikian semoga bermanfaat (puguh’17). 

SEBERAPA PENTINGKAH MENJAGA KEBERSIHAN PASAR TRADISIONAL??

Pasar merupakan salah satu muara pertemuan produsen, penjual dan pembeli dalam dunia perdagangan. Pasar yang dimaksud meliputi pasar modern dan pasar tradisional. Sampai saat ini keberadaan pasar tradisional masih menjadi tulangpunggung rantai perdagangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan pasar modern saat ini juga semakin tumbuh berkembang di beberapa wilayah seiiring dengan tuntutan kebutuhan pasar. Walaupun lambat laun beberapa pasar tradisional berkembang kearah pasar modern mengikuti tuntutan perkembangan zaman. Pemerintah terus berupaya berbenah meningkatkan mutu dengan melakukan penataan pasar tradisional, pengawasan, dan evaluasi baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan kwalitas mutu produk yang dijual. Tindakan partisipatif yang paling mudah dan nyata dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan selalu menjaga kebersihan di pasar tradisional. Sebagai contoh tidak membuang sampah, pembungkus, puntung rokok, bungkus permen secara sembarangan di lingkungan pasar. Bagaimanakah dengan anda, apakah sudah ikut berpartisipasi?  

Higiene sanitasi merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita dalam mewujudkan keamanan pangan di rantai pasar. Higiene merupakan upaya yang berhubungan dengan kesehatan dan merupakan usaha untuk memperbaiki kesehatan. Sedangkan sanitasi merupakan sebuah upaya tindakan untuk mencegah kemungkinan tumbuh dan berkembangnya bakteri/jasad renik patogen yang dapat merusak bahan makanan yang dijual dan membahayakan kesehatan manusia. Higiene sanitasi memegang peranan penting terhadap kesehatan produk yang dijual di pasar tradisional. Aspek penting terkait Higiene sanitasi di pasar tradisional meliputi tempat/peralatan pasar, personal baik pedagang/konsumen dan lingkungan.

Tomohon 1

Gambar 1. Aktifitas Jual Beli di Pasar Tradisional 

pasar tradisional

Gambar 2. Aktifitas dan Penjajaan Produk Asal Hewan di Pasar Tradisional

BAGAIMANA DENGAN TEMPAT DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN DI PASAR?

Mayoritas pasar tradisional memiliki fasilitas pasar yang minim dan belum menerapkan praktik higiene dengan baik. Higiene tempat/peralatan pasar merupakan syarat utama penjajaan barang dagangan di pasar tradisional terutama terhadap produk pangan. Penataan pasar merupakan salah satu upaya perbaikan dengan cara merenovasi dan memperbaiki fasilitas pasar, penempatan berbagai macam produk sesuai dengan kelompoknya. Menjaga kebersihan pasar merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menerapkan praktik hygiene di pasar tradisional. Membersihkan tempat berjualan dan sekitarnya dari sampah/sisa dagangan yang tak terpakai merupakan kewajiban pedagang dan petugas pasar tradisional untuk menjaga kebersihan pasar. Waktu yang ideal membersihkan kebersihan pasar yaitu saat sebelum dan sesudah berjualan sehingga tidak mengkontaminasi produk yang dijual di pasar. Pasar yang kurang bersih disukai berbagai hewan perantara penyakit seperti tikus, lalat, lipas, semut, labah-labah, kucing liar, kelelawar, anjing, dll. Hal ini akan berdampak negatif terhadap produk yang dijual dipasar terutama bahan-bahan untuk pangan.

MENJAGA KEBERSIHAN PERSONAL

Higiene personal merupakan salah satu bagian penentu yang penting dari salah satu titik kritis rantai keamanan pangan. Higiene personal menyangkut kebiasaan, perilaku dan kecakapan orang dalam mengelola produk. Yang termasuk higiene personal misalnya : kebiasaan mencuci tangan, merokok, menjaga kebersihan pribadi, dan status kesehatan personal. Pada prinsipnya higiene personal di pasar tradisional menyangkut kebersihan dan kesehatan pedagang serta pembeli. Orang yang menangani bahan makanan yang dijual harus sehat tidak menderita penyakit yang dapat mengkontaminasi/membahayakan produk yang dijual misalnya penderita TBC.

Pasar modern 1

Penjajaan di Pasar Modern Terhadap Produk Non-Halal

KONDISI LINGKUNGAN PASAR

Kebersihan lingkungan merupakan faktor yang sangat penting disamping higiene personal dan higiene tempat/peralatan. Higiene lingkungan memerlukan perhatian yang serius karena merupakan kunci dari praktik hygiene di pasar tradisional. Lingkungan disekitar pasar harus dibersihkan sebelum dan sesudah berjualan. Sampah pasar yang menumpuk menjadi salah satu sumber tempat berbiak (breeding place) yang tepat berbagai jenis mikroorganisme pathogen (penyebab penyakit). Disamping itu berbagai jenis perantara penyakit akan berkembang biak dengan mudah, seperti lalat, kecoa/lipas, tikus, ceratopogonidae, dll. Jenis lipas yang biasa terdapat di pasar tradisional misalnya Periplaneta orientalis, P. americana, Blatella germanica, dan Neostylpyga rhombifolia. Jenis lalat yang sering ditemukan dipasar tradisional yaitu Musca domestica, M. conducens, M. asiatica, Chrysomia megacephala, C. rufifacies, dan C. safranea. Serangga dan hewan pengerat dapat berpotensi sebagai vektor mekanik berbagai agen penyakit patogen di pasar tradisional seperti E. coli, Salmonella, Enterobacter, TBC, Pes, Leptospira, dll.

Bagaimana seekor lalat bisa berpotensi memindahkan agen pathogen penyakit? Lalat disebut sebagai vektor mekanik (memindahkan agen penyakit) melalui bulu-bulu kaki (bristle) dan struktur alat mulutnya. Biasanya lalat hinggap sembarangan di tempat becek, sampah, dan kotoran kemudian menghinggapi makanan. Struktur alat mulut lalat bersifat lapping (mengusap) memudahkan penyebaran agen patogen misal; penyakit disentri dan penyakit bakterial. Perilaku alami lalat biasanya memasukkan makanan dan memuntahkan kembali makanan melalui alat mulutnya sehingga mempermudah penyebaran agen patogen tersebut. Kemudian bakteri yang dipindahkan tersebut akan berkembang biak dalam tubuh hospes/manusia hingga menimbulkan gejala penyakit ketika jumlah agen patogen dalam tubuh tak dapat lagi ditolerir oleh daya tahan tubuh. Demikian Semoga bermanfaat (Puguh-Red).

KETIKA KESEJAHTERAAN HEWAN TAK HANYA DIPANDANG DARI SEGI EKONOMI

KETIKA KESEJAHTERAAN HEWAN TAK HANYA DI PANDANG DARI SEGI EKONOMI

Oleh : Puguh Wahyudi-Medik Veteriner Pada Direktorat Kesmavet

Kesejahteraan Hewan Kaki Palsu

Sumber Ilustrasi : https://WWW.instagram.com/p/BUWLfd3goZ9

Gambar 1. Sapi menggunakan kaki palsu (prosthetic leg)

Penerapan kesejahteraan hewan (animal welfare) saat ini sudah menjadi tuntutan yang mendunia bagi pemelihara hewan hewan ternak produksi dan hewan kesayangan. Tidak ada aturan yang pasti dalam perdagangan dunia tentang kesejahteraan hewan, karena kesejahteraan hewan merupakan norma yang sangat relatif  diterapkan pada  hewan. Walaupun demikian, sebagian masyarakat mulai memahami arti penting kesejahteraan hewan. Dalam perdagangan hewan/produk hewan global sudah mulai mempersyaratkan pemenuhan akan hak-hak hewan (kesejahteraan hewan). Akhir-akhir ini muncul aliran pemerhati hewan yang berusaha menegakkan hak-hak hewan seperti animal right, animal lovers, animal welfare, dll. Meskipun setiap aliran tersebut memiliki sudut pandang yang khas masing-masing. Menurut “Doris Lin”, 2016 (Animal Rights Expert) ada sebelas kelompok isu penting utama terkait sudut pandang cara perlindungan terhadap hak-hak hewan yaitu pertumbuhan populasi manusia yang tidak terkendali (human overpopulation), status properti hewan (property status of animals), vegetarianisme (veganism), intensifikasi produksi (factory farming), ikan dan penangkapan ikan (fish and fishing), daging yang manusiawi (humane meat), eksperimen menggunakan hewan (animal experimentation), hewan kesayangan (companion animal), perburuan hewan (hunting), pemanfaatan bulu binatang (fur), pemanfaatan hewan untuk hiburan (animal in entertaiment).

Sebagai contoh penerapan animal welfare (gambar 1) seekor pedet dengan kaki yang di amputasi akibat cedera traumatik kemudian menggunakan kaki palsu (prosthetic leg). Ini merupakan sebuah tantangan penerapan kesejahteraan hewan itu sendiri dinilai dari sisi ekonomi. Mengapa demikian? Sapi ini apabila dijual tidak memiliki harga yang layak, sapi cacat telah memerlukan biaya perawatan lebih, menggunakan kaki palsu dan memerlukan waktu untuk menyembuhkan kaki satunya. Apabila dipelihara pun mungkin tumbuh kembangnya tak bisa seperti yang diharapkan. Tanpa mengenali aspek kesejahteraan hewan mungkin sapi ini akan langsung masuk kedalam rumah potong hewan. Namun tidak dalam peternakan ini, hak-hak hidup hewan yang berbicara disini. Hewan selayaknya akan hidup sampai usia produktif maksimal tertentu baru dapat dipotong bahkan tidak menutup kemungkinan sapi ini menjadi maskot untuk tetap dipelihara mengingat rasa empati sang pemilik untuk tidak memotongnya. Hal ini juga akan  berbeda bila terjadi pada hewan kesayangan (pet animal). Sang pemilik pasti akan sangat rela merawat dan mengeluarkan biaya lebih dalam merawat hewannya demi kesembuhannya. Sedangkan kejadian ini pada ternak produksi  memberikan banyak pertimbangan lebih kepada pemilik mengingat aspek ekonomis biaya yang dikeluarkan.

sapi betina produktif

Gambar 2. Sapi betina yang masih produktif

Ilustrasi kejadian kasus tersebut juga telah mengingatkan kita  pada undang-undang nomor 18 tahun 2009 jo undang-undang nomor 41 tahun 2014 terkait pelarangan pemotongan betina produktif dan sangksinya. Data yang tercatat kejadian penyembelihan ternak betina produktif tahun 2016 sangat tinggi yaitu sebesar 22.278 ekor. Betina produktif merupakan aset yang tak ternilai demi keberlangsungan sebuah usaha peternakan di masa depan. Disisi lain betina produktif yang mungkin sedang bunting mengandung pedet di dalam perutnya kemudian dipotong tidak sesuai dengan etika kesejahteraan hewan. Menumbuhkan rasa empati dan kesadaran publik akan aspek kesejahteraan hewan di Indonesia merupakan sebuah tantangan tugas bersama yang sangat komplek yang melibatkan berbagai dimensi seperti budaya, etika, sains, agama, dan juga politik.  Dalam hal pemeliharaan ternak, kesejahteraan hewan memang tidak hanya dapat dinilai dari segi ekonomi saja. Penerapan kesejahteraan hewan merupakan perwujudan penghargaan yang lebih kepada hewan dalam rangka melindungi hak-hak hewan dipandang dari berbagai sisi yaitu manusia, hewan, dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dengan demikian hewan akan memberikan umpan balik yang baik pula kepada manusia (kesejahteraan hewan sebenarnya juga untuk kesejahteraan manusia). Semoga bermanfaat (Puguh’17).

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 33 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung