Pencarian 

Beranda

Media Website Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner menerima tulisan yang dikirim ke alamat redaksi melalui email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. . Tulisan bersifat orisinil, aktual dan informatif tentang kesehatan masyarakat veteriner diketik rapi 1,5 spasi. Panjang tulisan 2-3 halaman diketik format *.doc(words file) maksimal 7000 karakter termasuk spasi. Foto pendukung minimal 2 buah  dengan ukuran masing-masing maksimal sebesar 2MB. Sebelum diterbitkan tulisan di review dan disunting oleh Tim redaksi tanpa merubah isinya.  Perlu kami sampaikan sebelumnya pengiriman tulisan gratis dan tidak tersedia honor bagi penulis. 

Berita Seputar Kegiatan Pemotongan Hewan Kurban

Oleh : Drh. Vitasari Safitri (Medik Veteriner Madya)

Dalam rangka menjamin keamanan, kesehatan, dan kelayakan daging kurban saat Hari Raya Idul Adha 1440 H (2019), maka Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melaksanakan serangkaian kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Sebagai langkah awal dalam upaya penjaminan tersebut, telah dibuat 2 surat edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dikirimkan ke provinsi/kabupaten/kota dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit serta penjaminan keamanan produk hewan  kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Khusus wilayah Jabodetabek pada tanggal 19 Juli 2019 diadakanpertemuan koordinasi pengawasan hewan kurban antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Suku Dinas se DKI Jakarta, Dinas kabupaten kota di wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi serta Perwakilan dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Perwakilan Persatuan Dokter Hewan Indonesia, serta perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama.Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dinas dan instansi terkait dalam menyambut pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Secara umum baik dinas maupun instansi terkait telah siap melaksanakan kegiatan tersebut. Seperti kegiatan tahun sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, PDHI dan Fakultas Kedokteran Hewan IPB telah siap memberikan bantuan tenaga pemantau hewan kurban kepada dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di wilayah Jabodetabek. Dalam pertemuan tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal juga menyampaikan kesanggupannya menurunkan 10tim untuk melakukan pemantauan dari aspek kehalalan dalam proses pemotongan hewan kurban serta penyuluhan kepada DKM terkait persyaratan hewan kurban sesuai syariah Islam di Daerah Bogor, Depok dan DKI Jakarta.

Kegiatan sosialisasi tentang penanganan daging kurban yang ASUH kepada masyarakat juga dilakukan pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2019 melalui kegiatan Roadshow Tani on Stage di lokasi Car Free Day Dago Bandung. Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Humas Kementerian Pertanian ini juga menghadirkan beberapa narasumber antara lain Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat serta Dr. drh. Denny Widaya Lukman, M.Si. sebagai pakar di bidang kesehatan masyarakat veteriner. Dalam kegiatan ini juga dibagikan poster terkait penanganan hewan dan daging kurban yang ASUH serta tata cara penyembelihan yang sesuai syariat Islam. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tatacara berkurban yang benar.

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, selaku institusi yang bertanggung jawab langsung dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada tanggal 5 Agustus 2019 juga telah melaksanakan Bimbingan Teknis Penerapan Persyaratan Teknis Kesmavet dan Kesrawan bagi panitia kurban di 60 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah DKI Jakarta. Bimbingan teknis sekaligus sosialisasi pemotongan hewan kurban yang ASUH ini menghadirkan drh. Supratikno Kasmono, MSi, sebagai ahlidalam pemotongan hewan kurban. Dalam bimtek tersebut disampaikan tentang tata cara penanganan hewan kurban, tata cara penyembelihan halal dan penanganan daging kurban yang higienis serta pembagian leaflet tentang penanganan hewan kurban, sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat khususnya bagi pemilik/panitia pemotongan hewan kurban.

Keesokan harinya tanggal 6 Agustus 2019 diadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi Tim Pemantau Hewan Kurban lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jakarta sekaligus pelepasan Tim Petugas Pemantau Pemotongan Hewan Kurban. Tim yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 8471/Kpts/OT.030/F/08/2019 ini, berjumlah 105 orang. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang merupakan kegiatan tahunan dalam rangka mendukung pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang ASUH. Dalam sambutannya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan pentingnya pengawasan lalu lintas ternak khususnya menjelang Hari Raya Kurban, mengingat baru-baru ini telah muncul kembali kasus Anthraks di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Petugas bersama dengan DKM diminta memastikan bahwa hewan kurban yang akan dipotong adalah sehat sehingga dapat menciptakan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi daging kurban. Senada dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Syamsul Ma’arif, MSi menyatakan bahwa Pemerintah bertanggung jawab terhadap kelayakan produk hewan yang diedarkan dan dikonsumsi. Oleh karena itu petugas bersama dengan aparat daerah bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memotong hewan kurban di sembarang tempat dan dipandang perlu melakukan penataan lokasi pemotongan hewan kurban. Dr. drh. Hadri Latif, M.Si selaku pakar di bidang kesehatan masyarakat veteriner jug menyatakan pentingnya penerapan aspek kesmavet dalam penanganan hewan kurban sesuai dengan konsep halalan thoyiban agar diperoleh daging yang halal, aman, berkualitas baik, dan layak dikonsumsi.

Pemantauan hewan kurban oleh tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dilaksanakan di wilayah Jabodetabek pada tanggal 10-11 Agustus 2019. Tim ini bertugas melaksanakan supervisi pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, melakukan pemeriksaan sebelum (ante mortem) pemotongan, setelah (post mortem) pemotongan, mengawasi penyembelihan dan penanganan daging serta jeroan hasil pemotongan hewan kurban selama Hari Raya Kurban. Untuk memudahkan pelaporan petugas pemantau dan sebagai informasi bagi daerah, telah disiapkan sistem pelaporan on-line yang telah diterapkan sejak tahun 2013. Berdasarkan hasil rekapitulasi pelaporan pemotongan hewan kurban wilayah Jabodetabek oleh tim Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa telah dilakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di 123 lokasi dengan jumlah pemotongan ternak sebesar 4.553 ekor yang terdiri dari 1.095 ekor sapi, 2 ekor kerbau dan 3.456 ekor kambing/domba. Data jumlah ternak yang dipotong dalam pelaksanaan kurban 2019 ini dapat dipantau melalui website kesmavet di http://kesmavet.ditjennak.pertanian.go.id. (Red.19)

PENGAWASAN TERPADU PEMASUKAN PRODUK HEWAN DI WILAYAH PERBATASAN NKRI

Oleh :

1. Drh. Nuraina (Fungsional Medik Veteriner Muda)

2. Drh. Eka Handayani, M.Si (Kepala Seksi Pengawasan Peredaran)

Dalam rangka menjamin keamanan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal bagi yang dipersyaratkan Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban untuk melaksanakan pengawasan produk hewan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner.

was 3

 

Produk Hewan yang beredar di wilayah Negara Republik Indonesia terutama di wilayah perbatasan Negara, perlu dilakukan pengawasan dengan melibatkan berbagai instansi secara terpadu meliputi Kementerian Pertanian, BPOM, BPJPH, LPPOM MUI, dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dinas provinsi/kabupaten/kota, serta Tim Satgas Pangan, PPNS, Kepolisian dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian petugas dapat megambil langkah yang tepat sesuai dengan kewenangannya.

Pengawasan terpadu ini bertujuan untuk mengkoordinasikan mekanisme jalannya pengawasan terpadu keamanan produk hewan. Pengawasan juga dilakukan dalam rangka pemenuhan persyaratan teknis pemasukan produk hewan dari luar negeri terkait aspek keamanan dan peredarannya. Selain itu pengawasan juga diharapkan dapat mengsinergikan kegiatan pengawasan dengan instansi terkait yang berwenang dalam upaya menjamin keamanan produk hewan yang beredar di wilayah Negara Republik Indonesia terutama diperbatasan Negara.

was 2

Mengapa perlu dilakukan pengawasan terpadu di perbatasan Negara Republik Indonesia? Aspek keamanan pangan merupakan tuntutan dari masyarakat yang semakin maju dan modern dalam dunia perdagangan bebas. Produk hewan yang berupa pangan asal hewan (daging, susu dan produk telur) maupun produk hewan non pangan (kulit, bulu, tulang) yang beredar di wilayah Negara Republik Indonesia selain diproduksi di dalam negeri, juga diimpor dari beberapa negara melalui pintu-pintu pemasukan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Namun demikian untuk mengantisipasi pemasukan produk hewan illegal terutama di daerah perbatasan perlu dilakukan pengawasan yang lebih intensif dalam rangka memberikan jaminan keamanan produk yang beredar. Seiring dengan berkembangnya teknologi dibidang industri pangan dalam hal perdagangan bebas kebutuhan produk hewan semakin meningkat. Pemasukan produk hewan juga dimungkinkan masuk secara illegal melalui pintu masuk yang tidak resmi (pelabuhan tikus) yang lepas dari pengawasan petugas.

Oleh karena itu perlu melakukan pengawasan secara terpadu oleh petugas sesuai dengan kewenangannya. Di gerbang pemasukan (bandara dan pelabuhan) resmi biasanya sudah ada petugas karantina dan beacukai yang memeriksa pemasukan barang. Petugas Pengawas Kesmavet, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerjasama dengan Penyidik Polri serta instansi lain terkait juga melakukan pengawasan terhadap peredarannya.

was 1

Petugas Tim pengawasan terpadu biasanya melakukan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kondisi fisik barang, dan wawancara dengan penanggung pelaku usaha dengan yang didukung dengan ceklist yang sudah disediakan. Jika semua persyaratan telah lengkap maka produk hewan tersebut dapat dipastikan aman dan dapat diedarkan. Apabila persyaratan dinyatakan tidak lengkap maka produk hewan tersebut belum dapat dipastikan aman bagi masyarakat dan dimungkinkan masuk melalui jalur-jalur yang tidak resmi. Oleh karena itu maka perlu dilakukan pengawasan terpadu secara rutin dan berkala sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan pengawasan di wilayah perbatasan(red 19).

Reportase Pelaksanaan Kegiatan Workshop Kesejahteraan Hewan Se Asia-Pasifik di Bali, Indonesia

 “Penerapan kesejahteraan hewan akan bersifat EVOLUSI bukan REVOLUSI”, hal ini menjadi sebuah semangat bersama untuk mewujudkan bangsa yang memiliki generasi penerus yang bermartabat dengan memperlakukan hewannya dengan baik. Penerapan kesejahteraan hewan dimaknai sebagai sebuah tindakan pendekatan pemahaman yang selaras antara aspek hukum, etik dan sains kepada makhluk yang sentiens (mampu merasa).

Dalam kesempatan ini Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan workshop vocal point kesejahteraan hewan se-Asia Pasifik yang dilaksananakan pada tanggal 11-14 November 2019 di Bali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh OIE (Office Internationale des Epizooties) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian Cq. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner) yang dihadiri oleh 50 orang peserta yang berasal dari 28 negara dikawasan Asia-Pasifik yang terdiri atas anggota vocal point kesejahteraan hewan, panitia OIE, NGOs, dan ahli dibidang kesejahteraan hewan.

Kegiatan pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner yang diwakili oleh Kepala Subdit Kesejahteraan Hewan (drh. Hastho Yulianto, MM). Dalam sambutannya Hastho Yulianto mengungkapkan bahwa “untuk menerapkan kesejahteraan hewan di Indonesia perlu memperhatikan berbagai dimensi, seperti aspek hukum, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan bahkan unsur SARA”. Pemerintah juga telah melakukan berbagi upaya untuk meningkatkan penerapan kesejahteraan hewan di Indonesia melalui kegiatan-kegiatan : penguatan legislasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), melatih petugas Animal Welfare Officer (AWO), dan menjalin kerjasama lintas sektor termasuk masyarakat dalam mengimplemantasikan kesejahteraan hewan.

Kegiatan workshop ini dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, simulasi kelompok sesuai dengan isu terkini, dan praktik kunjungan lapangan. Materi inti yang diangkat dalam pertemuan workshop ini yaitu Regional Animal Welfare Strategy (RAWS), penerapan kesejahteraan hewan dalam mengendalikan poulasi anjing liar, saat hewan ditransportasikan, kuda pekerja, kesejahteraan hewan pada pembunuhan reptil, peternakan babi dan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan unggas.

Oie Pertemuan ok

Kegiatan Pelaksanaan Workshop

Selama hari pertama sampai ke tiga beberapa delegasi mendapatkan kesempatan berbagi pengalamannya dalam menerapkan kesejahteraan hewan di negaranya. Pada hari pertama Indonesia mendapat kesempatan berbagi pengalan tentang manajemen populasi anjing liar yang merupakan implementasi panduan OIE Terestrial Animal Health Code(TAHC) Chapter 7.7. Effective Implementation of Stray Dog Population Control. Sedangkan pada hari ke dua  Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang penerapan kesejahteraan hewan dalam transportasi laut yang merupakan implementasi panduan OIE Chapter. 7.2. Transport of Animal by Sea.

Oie Kandang ok

Praktik Lapangan di BPTU-HPT Denpasar

Pada hari ke empat dilakukan kunjungan lapang di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu BPTU-HPT Denpasar yang terletak di Pulukan, Jembrana-Bali. Disini Peserta mendapatkan kesempatan mengamati implementasi kesejahteraan hewan pada peternakan sebagaimana panduan OIE Terestrial Animal Health Code (TAHC) Chapter. 7.9. Animal Welfare and Beef Cattle Production Systems. Di akhir acara pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta merasa senang dan bangga mendapat kesempatan belajar bersama tentang kesejahteraan hewan di Indonesia. Semoga dilain kesempatan kegiatan serupa dapat kembali terlaksana dan bermanfaat (Red.19)

Sekapur Sirih 

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 17 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung