Pencarian 

Kesmavet Produk.pnghewan.pngim1

Sejarah

Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dibentuk pada tahun 2000 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 99/2000.  Pembentukan Direktorat ini merupakan wujud dari pengembangan organisasi Kementerian Pertanian dalam rangka menjawab tantangan di era globalisasi, khususnya tantangan dalam isu zoonosis, disamping isu globalisasi lainnya seperti keamanan pangan, kesejahteraan hewan dan kesehatan lingkungan.  Sebelumnya, tugas dan fungsi kesehatan masyarakat veteriner berada di dalam organisasi Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan (sekarang Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), Kementerian Pertanian.

 

Kesmavet merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat karena merupakan rantai penghubung antara bidang pertanian dan kesehatan manusia berkaitan dengan pengobatan, pengendalian dan pencegahan zoonosis serta penyakit yang ditularkan melalui makanan (Food-borne diseases).  Di Indonesia, Kesmavet didefinisikan sebagai segala urusan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia.  Sementara itu dalam pelaksanaan pengaturan dalam bidang kesmavet telah diatur dalam Undang-undang Nomor 18/2009 jo Undang-undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner.

 

Seiring berjalannya waktu pada tahun 2010, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner berganti nama menjadi Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen dengan 5 Subdirektorat dibawahnya yaitu Subdirektorat Zoonosis dan Kesejahteraan Hewan, Subdirektorat Higiene dan Sanitasi, Subdirektorat Pengawasan Sanitari dan Keamanan Produk Hewan, Subdirektorat Pengujian dan Sertifikasi Produk Hewan serta Subdirektorat Pascapanen.

 

Pada tahun 2015, Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 tahun 2015, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen berganti nama kembali menjadi Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dengan 5 Subdirektorat dibawahnya yaitu Subdirektorat Zoonosis, Subdirektorat Kesejahteraan Hewan, Subdirektorat Higiene Sanitasi dan Penerapan, Subdirektorat Pengawasan Keamanan Produk Hewan dan Subdirektorat Sanitari dan Standardisasi.

 

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Dalam Beberapa Periode

Drh. Syamsul Maarif M.Si

Drh. Syamsul Ma'arif M.Si

Periode 2017-Sekarang

   
Kosong (PLT) PLT Direktur Kesehatan Hewan
   
 Sri Mukartini 2

 Drh. Sri Mukartini, MAppSc.

Periode 2015-2016

   
Akhamd Junaidi DVM MMA 

Drh. Akhmad Junaidi, MMA.                                                                

Periode 2011-2015

   
 Djajadi Gunawan

Drh. Djajadi Gunawan, MPH

Periode 2010-2011

   
 Turni Rusli 1

Drh. Turni Rusli Syamsudin, MM

Periode 2006 - 2011

   
 Muhammad Azhar

Drh. Muhammad Azhar

Periode 2005 - 2006

   
Bachtiar Moerad

Drh. Bachtiar Moerad

Periode 2000 - 2005

   

 

 

 

Sekapur Sirih 

IMG 20170919 151033

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Kami dengan rasa gembira menyambut partisipasi Anda di situs web kami. Sejalan dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat terhadap fungsi dan peran Kesehatan Masyarakat Veteriner serta seiring kemajuan teknologi informasi saat ini maka situs ini akan kami gunakan untuk melayani dan menghubungkan Anda dengan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Read more: Sekapur Sirih

 

Polling Kesmavet 

Menjadi Direktorat yang Mampu Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner Profesional dalam Menjamin Kesehatan dan Ketentraman Bathin Masyarakat.

Visi Kesmavet-Paspa

Pengunjung 

We have 6 guests and no members online

Video 

Pengelolaan dan Pelaksanaan Kurban Yang Benar, Aman, dan Nyaman ------------------------------------------------------------- Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik ------------------------------------------------------------- Metode Perobohan dan Pemotongan Hewan (Sapi) ------------------------------------------------------------- Desain Fasilitas Pemotongan Hewan Kurban(Portable) ------------------------------------------------------------- Pemeriksaan Antemortem Postmortem ------------------------------------------------------------- Kesejahteraan Hewan Kurban ------------------------------------------------------------- Nomor Kontrol Veteriner (NKV) ------------------------------------------------------------- Dialog Penerapan Kesejahteraan Hewan ------------------------------------------------------------- Waspada Penyakit Zoonosis ------------------------------------------------------------- Ayam dan Hormon ------------------------------------------------------------- Penggunaan Antimikrobial Yang Bijak -------------------------------------------------------------

Sebaran Pengunjung